Edisi 07-12-2017
MNC Insurance Luncurkan Asuransi Syariah


JAKARTA – MNC Insurance meluncurkan produk asuransi syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi yang berkualitas.

“MNC Group melayani seluruh jasa keuangan berkualitas, termasuk asuransi syariah,” ujar Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat peluncuran asuransi syariah dari unit syariahMNCInsurance diiNews Center, Jakarta, kemarin.

Asuransi syariah merupakan produk syariah keempat dari MNC Kapital. Sebelumnya ada reksa dana syariah, pembiayaan syariah, dan leasing syariah. Seperti diketahui, terdapat tujuh unit bisnis di bawah bendera PT MNC Kapital Indonesia Tbk yang meliputi MNC Bank, MNC Life, MNC Insurance, MNC Finance, MNC Leasing, MNC Sekuritas, dan MNC Asset Management.

Peluncuran asuransi syariah ini semakin melengkapi produk dan jasa keuangan MNC Group yang selama ini melayani masyarakat di seluruh Indonesia. Pria asal Surabaya, Jawa Timur itu mengatakan MNC Group akan terus melakukan terobosan-terobosan agar bisa lebih maksimal melayani dan membangun masyarakat melalui jasa keuangan.

“Kita hadir tidak hanya membangun MNC Group, tapi untuk melayani dan membangun masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur pria yang telah mengajar di lebih 180 perguruan tinggi tersebut. Direktur Utama PT MNC Asuransi Indonesia Sylvy Setiawan mengatakan, pihaknya siap melakukan ekspansi pada 2018 dan mulai menjual produk asuransi kendaraan syariah.

Langkah ini diharapkan bisa mendorong premi asuransi kendaraan secara keseluruhan. Saat ini lini bisnis asuransi kendaraan menyumbang sekitar 40% dari total premi yang didapat oleh perseroan. Dia mengaku, pertumbuhan bisnis di lini ini masih positif.

Lini asuransi kendaraan, lanjutnya, ikut mendorong kinerja perusahaan pada tahun ini. Hingga Oktober perseroan mengantongi premi sekitar Rp290 miliar atau tumbuh 25% secara year on year.

“Di antaranya ditopang oleh asuransi kendaraan dan properti yang porsinya relatif seimbang,” kata Sylvy di Jakarta kemarin. Sylvy menilai, potensi bisnis asuransi kendaraan pada 2018 masih prospektif, di antaranya dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari tahun ini.

Dengan begitu, daya beli masyarakat terhadap produk automotif juga diyakini akan meningkat. Di samping itu, perluasan pasar juga bakal dilakukan, di antaranya dengan mengincar perluasan kerja sama dalam memasarkan produk itu.

“Untuk porsinya pada tahun depan kemungkinan masih akan terjaga seperti saat ini,” ungkapnya. Dia mengaku telah mendapat izin usaha untuk Unit Syariah MNC Insurance Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Oktober dan akan beroperasi pada 2 Januari 2018.

“Kami sudah siap semua, baik sistem maupun timnya,” ujarnya. Menurut Sylvy, penetrasi pertumbuhan industri asuransi syariah yang masih kecil menjadi salah satu dasar pertimbangan signifikan dalam pengoperasian Unit Bisnis Syariah oleh MNC Insurance.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Marketing MNC Insurance Rinawati menjelaskan, unit bisnis syariah yang akan dioperasikan perusahaan merupakan bentuk komitmen untuk terus melengkapi layanan MNC Insurance.

“Kami juga telahmerencanakanuntukmemberikan perlindungan melalui Asuransi Syariah Kebakaran dan Property All Risk serta Asuransi Syariah Mesin dan Peralatan Konstruksi atau Alat Berat,” kata Rina.

hafid fuad