Edisi 07-12-2017
Proyek Paku Gajah Penuhi Kebutuhan Gas Sumbagsel


JAKARTA – PT Pertamina EP menyatakan Proyek Pengembangan Paku Gajah (Paku Gajah Development Project/PGDP) akan memenuhi tingginya kebutuhan gas di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Selain itu, pengoperasian PGDP juga mempercepat monetisasi aset Pertamina EP sehingga potensi eksplorasi di struktur Pagardewa, Karangdewa, Prabumenang, Tasim, Pemaat, Kuang Selatan, Lavatera, dan Piretrium dapat diproduksi secara ekonomis.

Kepala Satuan Kerja Khusus pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi dalam peresmian PGDP mengatakan proyek ini penting untuk menjamin pasokan gas bagi kebutuhan domestik.

“Beroperasinya PGDP diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi di Sumatera Selatan serta menciptakan dampak berantai lebih besar yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin.

Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, PGDP yang dikelola Pertamina EP Asset II merupakan integrasi dari fasilitas produksi yang telah ada, yaitu Metering Pagardewa, SPG Merbau, EPF Sewa, SP Kuang Existing, dan SP PGN.

Total kapasitas produksi PDGP sebesar 70 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) terdiri dari 45 MMSCFD dari SPG Paku Gajah dan 25 MMSCFD dari SPG Kuang. Investasi proyek ini mencapai USD145,10 juta dari proyeksi awal sebesar USD 147,53 juta.

“PGDP memiliki dua fasilitas produksi, yaitu SPG Paku Gajah dan SPG Kuang serta jalur pipa trukline berdia meter 12 inci sepanjang 23 km dari SPG Paku Gajah ke CO2 Removal Existing SPG Merbau,” ujarnya. Nanang mengatakan, kebutuhan gas di Sumatera Bagian Selatan cukup tinggi.

Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, total kebutuhan gas di Sumatera Selatan tahun ini mencapai 1.013,9 MMSCFD. Namun, commited demand baru 353,2 MMSCD dan allocated demand tercatat 330,7 MMSCD.

Diluar itu, ada potentialdemand sekitar 330 MMSCFD untuk kebutuhan pembangkit listrik yang dikelola PLN maupun pembangkit listrik swasta serta pasokan gas untuk jaringan gas kota.

yanto kusdiantono