Edisi 07-12-2017
Akuisisi Pertagas ke PGN, Langkah Awal Holding Migas


JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan komitmennya mendukung program pe merintah di sektor energi, ter masuk di antaranya rencana pemerintah untuk merealisasikan pembentukan induk usa ha (holding)BUMN.

”Kami berkeyakinan pembentukan holding BUMN dalam upaya melakukan konsolida si pengelolaan gas bumi akan memberikan banyak man faat bagi negara dan ma sya rakat ba nyak,” kata Se kre ta ris Perusahaan PGN Rac h mat Hutama, di Ja karta, kemarin.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN memiliki ren ca - na untuk membentuk holding BUMN energi. Saat ini, selain PGN, BUMN energi yang ada di Ind onesia adalah PT Pertamina (Persero). Rencananya, Kemen terian BUMN memproyeksikan Pertamina sebagai in duk holding migas.

Menurut Hutama, pada dasarnya PGN meyakini se ma - ngat pembentukan holding migas ini untuk mencegah dua lis - me pengelolaan hilir gas bumi do m estik. ”Pembentukan hold ing migas ini tentu sebagai sa lah satu cara menghindari du plikasi pengelolaan hilir gas bumi,” tuturnya.

Saat ini, Pertamina memiliki anak usaha yang juga bergerak di bidang usaha gas bumi, yak ni PT Pertagas. Dengan hold i ng ini, kata dia, Pertagas akan dilebur ke PGN, kemudian P GN menjadi anak usaha da ri Pertamina. Hal ini mutlak di lakukan untuk mencapai tujuan holding .

Pernyataan Hutama merujuk skema yang pernah d isam paikan Kementerian BUMN da lam berbagai kesem patan. Ber dasarkan skema tersebut, sa ham seri B milik negara di PGN yang mencapai 57% akan di alihkan ke Per tamina. Se men tara itu, 100% saham Per ta gas akan di alihkan ke PGN.

PGN melihat penyatuan Per tagas ke PGN ini akan men ja dikan satu entitas yang so lid u n tuk mendukung pengelola an energi nasional. ”Selain da pat mempercepat pem ba ngun an infrastruktur gas yang ter integrasi, penyatu an ini d a pat mencapai distribusi gas yang lebih merata,” tandasnya.

m faizal