Edisi 07-12-2017
Himbara Siap Implementasikan GPN


JAKARTA –Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway yang telah diresmikan oleh Bank Indonesia (BI).

Ketua Himbara Maryono mengatakan, menindaklanjuti peluncuran GPN, bank-bank BUMN telah siap melakukan pen d istribusian kartu debit ber logo Garuda Merah. Rencananya, pada awal Januari 2018 kar tu debit tersebut sudah bisa di bagikan kepada para nasabah.

”Saya kira Himbara sudah siap untuk mengim plementasikan GPN. Kita terus sesuaikan un tuk perubahan kartu karena per ubahan logo akan kita sesuaikan seperti keinginan BI. Ka rena itu, kartunya akan satu dan bisa dilakukan di semua bank, termasuk Himbara,” ujar Mar yono usai menghadiri FGD BI dengan tema ”Transaksi Zaman Now, Bye Bye Tunai” di Jakar ta kemarin.

Menurut Maryono, meski de ngan diberlakukannya GPN ta rif transaksi hanya dikenakan 1% dari sebelumnya 2-3%. Namun, hal tersebut tidak akan me nurunkan profit bank. Pasalnya, dengan adanya penurunan ta rif tersebut, akan membuat tran saksi masyarakat menggunakan kartu debit meningkat sig nifikan.

”Dari sisi pendapatan yang penting, kita misal pr o - fitnya menurun. Namun, kita akan mendapatkan transaksi le bih besar, dengan netting yang naik malah bisa-bisa enggak turun, tapi malah naik,” jelasnya. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adi tyaswara mengungkapkan, penerapan GPN sudah ditunggu sejak 20 tahun lalu.

Pasalnya, dengan sistem GPN transaksi non tunai akan lebih efisien. Menurut Mirza, salah satu efi siensi yang bisa dilakukan, yak ni pada jumlah mesin electronic data capture (EDC). Jika sebelum nya dalam satu mer chant ter dapat lima mesin EDC, dengan adanya GPN, jum lahnya bisa berkurang menjadi 2.

Selain itu, biaya merchant discount rate (MDR) dalam transaksi dengan menggunakan kar tu de bet melalui mesin EDC ju ga diturunkan. Dengan de mi ki an, mer chant dan masyarakat da pat sama-sama terbantu. ”Diharapkan ada MDR yang lebih ren dah, bi sa jadi lebih efisien dan bisa ban tu masyarakat,” katanya.

Dorong Transaksi Nontunai

Sementara itu, Direktur BTN Adi Setianto mengatakan, im p lementasi GPN sangat mem bantu dalam mendorong pe ningkatan transaksi nontunai. Pasalnya, saat ini pembayaran tunai masih menjadi pilih an utama masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi pembayaran. Berdasarkan data saat ini, 85% transaksi di Tanah Air ma sih di l akukan secara tunai.

Pa da hal, 36% masyarakat saat ini su dah me miliki account number di bank, tapi transaksi nontunai ma sih di ki saran 10%. ”Sudah saat nya seluruh pihak yang ter li bat dalam alur transaksi di I n do nesia untuk ber kolaborasi me nuju masyarakat nontunai,” kata Adi.

Menurut Adi, implementasi Ge rakan Nasional Nontunai (GNNT) perlu dilaksanakan karena transaksi tunai memiliki beberapa kelemahan, seperti tingginya biaya pengelolaan uang, ku rang efisien untuk bertransaksi, dan tidak tercatat se ca ra sis tem.

Kemudian, per ubah an ga ya hidup yang m e nun tut kecepatan dan kemudahan, serta prak tis dan trans pa ran dalam pro ses transaksi ha nya cocok dila kukan secara non tunai. ”Model transaksi non tunai diyakini akan men cip takan sistem pemba yaran yang lebih efisien sehing ga da pat mendukung kelancaran per ekonomian nasional,” ung kap dia.

Lebih lanjut Adi mengungkapkan, dalam menghadapi sistem cashless payments,sangat diperlukan sistem keamanan yang an d al dan up to date dalam menang kal serangan dari hack er yang memiliki tujuan jahat. Meng ingat sistem cashless payments berbasis server dan da ta base,maka sistem ini sangat ren tan ter h adap pencurian dari hacker .

”Bank sebagai lembaga yang me nyimpan uang memiliki sistem sekuritas yang dapat diandalkan, tapi bagaimana dengan layanan pembayaran nontunai dari non bank? Hal inilah yang per lu me n dapat perhatian seluruh pemang ku kepentingan agar sistem cash less payments ber jalan dengan baik di Indonesia,” katanya.

rakhmat baihaqi