Edisi 07-12-2017
Ditunggu Lawan Berat


LONDON– Hasil imbang Chelsea melawan Atletico Madrid di Stamford Bridge, Rabu (6/12), membawa tim Kota London ke babak 16 besar.

Masalahnya, mereka sudah harus bersiap kemungkinan bertemu raksasa Primera Liga atau Ligue 1 di fase knock-out Liga Champions. The Blues beruntung karena pemain belakang Stefan Savic mencetak gol bunuh diri pada menit ke-75 saat Atletico unggul pada menit ke-56 melalui Saul yang memanfaatkan umpan Fernando Torres.

Chelsea pun akhirnya lolos, sedangkan Los Rojiblancos untuk pertama kali gagal melewati fase grup sejak 2009/2010. Lolos tak berarti membuat Chelsea bisa langsung bernapas lega. Penyebabnya, pada saat bersamaan Roma mengalahkan Qarabaq 1-0 sehingga The Blues menjadi runner-up Grup C.

Imbasnya, pasukan Antonio Conte harus bersiap dengan risiko bertemu tim kuat pada drawing, 11 Desember mendatang di Nyon, Swiss. “Saat melewati babak 16 besar harus siap menghadapi tim terbaik. Setelah undian, kita lihat apa yang terjadi. Saya pikir lawan juga tidak akan senang melawan kami,” kata Conte, dikutip Daily Mail.

Undian babak 16 besar selalu menggunakan dua kaidah dasar, yakni tim yang sudah bertemu di fase grup tidak akan bersua di babak gugur. Tim yang berasal dari federasi sama belum akan dipertemukan pada babak 16 besar.

Menggunakan dua dasar ini, lawan paling mungkin untuk Chelsea adalah Barcelona (juara Grup D), Paris Saint- Germain (juara Grup B), Besiktas (juara Grup G), Real Madrid (jika menjadi juara Grup H), bisa juga Sevilla (jika menjadi juara Grup E).

Tapi, dengan melihat kemungkinan yang masih ditentukan dini hari tadi, lawan yang berpotensi bertemu Chelsea adalah Paris Saint Germain (PSG), Barcelona, dan Besiktas. “Kebobolan memang membuat kecewa. Tapi, kami terus bekerja dan melakukan improvisasi.

Bermain dalam turnamen detail sangat penting,” tandas Conte. Pelatih asal Italia itu juga memberi alasan kenapa tim Liga Primer sulit menjadi juara. Dia menyebut persaingan di kompetisi tertinggi Inggris itu sangat ketat sehingga energi tim habis di kompetisi domestik.

Klub juga bermain dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak dibandingkan di negara lain. Alhasil, saat tim Inggris melangkah ke semifinal atau final, datang dalam kondisi sudah kelelahan. Imbasnya, sejak 2012 tidak pernah ada tim Inggris yang menjadi juara di Liga Champions.

“Ini alasan kenapa tim Inggris kesulitan untuk menang (Liga Champions),” kata Conte. Gelandang Chelsea Eden Hazard tak bisa menutupi kegelisahannya dengan status runner-up grup.

Dia menyebut juara bertahan Liga Primer tersebut seharusnya bisa menjadi pemimpin grup seandainya memenangkan laga. Tapi, penampilan bagus penjaga gawang Atletico Jan Oblak mengubur ambisi The Blues. “Penjaga gawang mereka on fire.

Kami seharusnya bisa ke puncak, tapi imbang juga sudah bagus karena Atletico tim kuat,” tutur Hazard. Meski begitu, gelandang asal Belgia itu menegaskan tidak masalah bertemu dengan tim besar. “Karena kami Chelsea, kami bisa melawan tim mana pun.

Kami juga tim besar sehingga bisa melakukan apa pun,” ungkap pemain yang kontraknya akan habis pada 2020 tersebut. Termasuk potensi bertemu Barca atau PSG di babak 16 besar juga dianggap bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

“Kami tahu PSG dan Barcelona, mereka adalah tim bagus. Tapi, kami siap dengan segala kemungkinan,” sebutnya. Pelatih Barcelona Ernesto Valverde juga tidak memikirkan lawan yang akan dihadapi di fase knock-out.

Pelatih yang membawa Barca belum terkalahkan di semua ajang musim ini mengatakan siap bertemu tim mana pun. “Kami tidak tahu apa yang terjadi saat drawing nanti. Tapi, kami akan terima semua lawan,” kata Valverde dikutip Marca.

ma’ruf