Edisi 07-12-2017
Berguru Pada Islandia


JAKARTA- Kontestan Piala Dunia 2018, Islandia akan berkunjung ke Indonesia dalam rangkaian tur Asia, Januari mendatang.

Selain menggelar uji coba dengan timnas, PSSI juga akan memanfaatkan momentum ini untuk menggali ilmu sepak bola pada tim peringkat 22 FIFA itu. PSSI akhirnya merilis jadwal resmi kunjungan Islandia ke Indonesia.

Tim yang dibesut Heimir Hallgrimsson itu rencananya akan menggelar dua laga uji coba masing-masing melawan Indonesia Selection pada 11 Januari dan tim nasional U-23 pada 14 Januari. Khusus untuk timnas U-23, laga uji coba ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018 dan Piala AFF 2018.

Skuad Garuda Muda diharapkan menimba ilmu dari Hermann Hreidharsson dkk sekaligus menambah jam terbang menghadapi tim internasional. Deputi Sekjen Pengembangan Bisnis PSSI Marsal Marsita menyatakan, kehadiran Islandia di Indonesia tidak lepas dari persiapan federasi menghadapi beragam turnamen selama 2018.

Rencananya, duel kedua tim akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Marsal menjelaskan, kendati laga tersebut tidak masuk dalam kalender FIFA A Match, PSSI akan tetap mendaftarkan pertandingan tersebut ke federasi sepak bola Asia, AFC dan UEFA.

Ujicoba ini sekaligus akan menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah sejumlah turnamen internasional, tahun depan. “Kedatangan Islandia tentu sangat positif dan menjadi awal yang bagus buat kita.

Setelah dua tahun vakum, PSSI akan berupaya membawa gaung Indonesia ke pentas dunia dengan menjadi tuan rumah yang baik untuk berbagai pertandingan dan turnamen internasional Asia serta Asean,” jelasnya, kemarin.

Menurut dia, kesediaan salah satu kontestan Piala Dunia 2018 Rusia itu untuk menggelar laga uji coba dengan timnas Indonesia patut diapresiasi. Meski memastikan tak akan diperkuat pemainnya yang merumput di Liga Primer Inggris, Islandia tidak memilih lawan uji coba termasuk Indonesia yang hanya menempati peringkat 154 FIFA.

“Ini merupakan angin segar bagi PSSI bisa mendatangkan tim besar ke Indonesia. Kita patut mengapresiasi karena mereka tidak memilah-milah lawan uji coba. Apalagi tur ke Indonesia ini merupakan bagian dari persiapan mereka ke Piala Dunia,” katanya.

Karena itu, selama di Indonesia, Islandia tidak hanya menggelar uji coba dengan timnas. PSSI juga mengagendakan sharing pengembangan sepak bola dengan menggelar workshop bagi pelatih dan manajemen klub di liga.

Islandia diharapkan bisa memberikan masukan terkait pembinaan dan pengembangan sepak bola agar bisa berprestasi. “Jadi tidak hanya sekadar uji coba, tapi kita meminta ada sharing session terkait football development .

Kita ingin mendapatkan ilmu sepak bola dari mereka, bagaimana pengembangannya dengan menggelar workshop untuk pelatih dan pengelolaan manajemen klub dengan liga,” katanya.

Keinginan PSSI untuk berguru ke Islandia beralasan. Pasalnya, negara tersebut hanya berpenduduk sekitar 330.000 jiwa dan selama ini tidak pernah berprestasi di Eropa. Namun, kebangkitan negara yang lebih banyak diselimuti es itu mulai terlihat pada 2016 lalu.

Di Piala Eropa, mereka mampu menjadi runner up Grup F dan lolos ke perempat final. Puncaknya pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Islandia lolos ke Rusia sebagai juara Grup I setelah mengalahkan Kosovo 2-0.

Bergabung di Grup D, mereka akan menantang raksasa sepak bola Brasil, Kroasia, dan Nigeria. Managing Director Mediapro Asia, Lars Heidenreich menyatakan, laga melawan Indonesia merupakan bagian dari persiapan Islandia menghadapi piala dunia.

Sebelumnya mereka juga sudah melakukan tur ke China dan Qatar. “Indonesia adalah pasar sepak bola yang besar dan basis suporter luar biasa. Jadi laga ini menguntungkan kedua tim karena Indonesia tengah bersiap untuk ke Asian Games.

Sementara bagi Islandia ini merupakan latihan bagi pemainnya sebelum tampil di Piala Dunia. Mereka berharap bisa melaju ke babak selanjutnya nanti,” katanya.

abriandi