Edisi 07-12-2017
Musim Kompetitif


LONDON- Petenis nomor satu dunia Rafael Nadal mengatakan musim depan persaingan tenis bakal kian kompetitif.

Pasalnya, selain mulai unjuk giginya petenis muda berbakat, kembalinya mantan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, setelah sembuh cedera musim depan, membuat persaingan semakin sengit.

Nadal mengatakan jika harus memilih menghadapi Roger Federer atau Djokovic di final sebuah event, dia lebih memilih Federer. “Saya kira mungkin Federer salah satu petenis terbaik yang pernah ada. Apakah dia lawan hebat yang pernah saya hadapi, mungkin iya,” ujar Nadal, dilansir Express.

“Tapi, pada tingkat teknis, ketika Djokovic berada di puncak permainan, saya harus mengatakan bahwa saya menghadapi lawan yang tak terkalahkan,” tambah petenis asal Spanyol tersebut. Nadal memiliki rekor keseluruhan yang luar biasa melawan Federer.

Dia meraih 23 kemenangan, sedangkan petenis Swiss itu hanya menang 15 kali. Namun, menghadapi Djokovic ceritanya menjadi berbeda. Nadal hanya menang 12 kali menghadapi Djokovic, sementara petenis Serbia itu menang 26 kali.

“Menurut saya, musim 2018 bakal kompetitif,” sebutnya. Sementara itu, menyambut musim depan, Djokovic memilih Radek Stepanek sebagai pelatih. Stepanek akan bergabung dengan Andre Agassi yang lebih dulu menangani petenis asal Serbia itu.

Total Djokovic memiliki tiga pelatih, yakni Agassi, Stepanek, dan Mario Ancic. Stepanek dan Agassi akan mempersiapkan penampilan Djokovic musim depan di Monte Carlo. Kedua pelatih ini akan menggeber kemampuan Djokovic untuk tampil di turnamen pertama pada 2018 dengan berlaga di Qatar Terbuka.

Di ajang ini Djokovic merupakan juara bertahan dan pernah dua kali menjadi juara. “Stepanek salah satu teman dekat saya selama tur dan saya selalu terkesan dengan tekad, hasrat, dan kecintaannya pada tenis,” kata Djokovic, dilansir situs pribadinya.

“Dia memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan. Dia bermain di level yang tinggi selama bertahun-tahun. Saya senang dia bisa bergabung dalam tim. Saya sudah tak sabar untuk berkompetisi lagi dengan tim baru,” ujarnya. Djokovic mengaku memilih Stepanek atas saran Agassi.

“Setelah mendapat saran dari Agassi, saya mengejarnya dan saya yakin keduanya bisa bekerja sama. Musim baru akan segera dimulai dan ini merupakan jalan panjang buat saya untuk kembali ke posisi yang sudah saya tinggalkan.

Kami sadar harus melangkah setahap demi setahap dan tidak perlu terburu-buru,” papar Djokovic. Tahun ini prestasi Djokovic memang melorot jauh. Dari sisi peringkat, kini dia ada di peringkat 12 dunia.

Semua itu tak lepas dari deraan cedera yang membuatnya hanya jadi penonton manakala para pesaingnya bertarung. “Tapi, sekarang kondisi saya sudah lebih baik. Saya sudah tidak sabar untuk memulai permainan,” tutur Djokovic.

Stepanek mengaku bangga menjadi bagian dari Djokovic. “Ini adalah tantangan baru dan menarik buat saya. Sebagai teman lama di lapangan, saya percaya persahabatan dan pandangan kami saya di lapangan,” ungkapnya.

sazili mustofa