Edisi 07-12-2017
Rusia Resmi Dilarang Tampil


LAUSANNE - Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi melarang Rusia mengikuti Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Keputusan IOC tersebut diambil setelah melalui rapat berkelanjutan. IOC menemukan bukti adanya manipulasi sistematis sistem antidoping yang telah mengakibatkan serangkaian suspensi untuk atlet Rusia beberapa bulan terakhir.

Bukti-bukti yang digali Komisi Schmid membuat keputusan melarang Rusia tampil di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 pada 9-25 Februari mendatang sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. IOC juga memutuskan menunda Presiden Komite Olimpiade Rusia Alexander Zhukov sebagai anggota IOC.

Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko, menteri olahraga pada saat Olimpiade Sochi, juga dilarang berpartisipasi dalam masa depan di Olimpiade. Mantan Presiden Swiss Samuel Schmid mengatakan bahwa laporannya terfokus pada tuduhan keterlibatan pemerintah dalam doping Rusia di Sochi Games.

Dia pun menegaskan manipulasi sistem dan sistem antidoping yang sistematis. Hasilnya tidak hanya berdasarkan kesaksian mantan kepala antidoping Rusia Grigory Rodchenkov, tapi juga ada juga bukti ilmiah, keterangan saksi dokumen, dan korespondensi.

“Faktanya adalah bahwa di Rusia ada manipulasi doping sistemik dan sistem antidoping yang juga berlangsung di Sochi 2014,” ujar Schmid, dilansir Reuters . Sementara itu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan, IOC memberi delegasi Rusia kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka.

“Dalam pertemuan itu, Presiden ROC (Komite Olimpiade Rusia) telah meminta maaf. Sebagai mantan atlet, saya kasihan kepada semua atlet bersih yang menderita karena manipulasi ini. Kami membiarkan mereka berpartisipasi. Semoga mereka dapat membangun masa depan yang baru,” papar Bach.

sazili mustofa