Edisi 07-12-2017
Simeone Tantang Pasukannya Raih Trofi Liga Eropa dan Primera Liga


Kesedihan tengah menyelimuti seluruh elemen klub Atletico Madrid. Los Colchoneros harus menelan pil pahit setelah perjalanan mereka di Liga Champions musim ini berakhir lebih cepat.

Hasil 1-1 kontra Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (6/12), menjadi penyebab nya. Atletico hanya mampu menempati peringkat 3 klasemen akhir Grup C de ngan koleksi tujuh poin. Dari enam laga, pasukan Diego Simeone hanya men catatkan satu kemenangan, empat imbang, dan sekali kalah.

Bagi Atletico, turun kasta ke Liga Europa merupakan sebuah bencana. Ini pertama kali Gabi dkk dalam tujuh tahun ter akhir tersingkir di fase grup Liga Champ ions sejak terakhir musim 2009/ 2010, ketika mereka menjadi juara Liga Europa.

Padahal, Atletico dikenal sebagai tim yang tergolong stabil. Mereka bah kan pernah lolos ke final Liga Champions musim 2013/2014 dan 2015/2016. Kendati demikian, Simeone menganggap timnya telah berjuang se maksimal mungkin.

Dia menyatakan Atletico sudah bermain bagus dan hanya kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. Apa yang dikatakan Simeone memang benar. Atletico sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Saul Niguez di menit ke-56.

Namun, setelah itu, Los Colchoneros kesulitan menambah skor. Mereka justru kebobolan oleh gol bunuh diri Stefan Savic (75). “Kami tidak gagal. Hal seperti ini bisa terjadi kapan saja. Patut diingat, kami hanya kalah satu kali di Liga Champions musim ini.

Saya pikir kami layak mendapatkan penilaian yang baik,” papar Simeone, dilansir Soccerway. Juru taktik asal Ar gen tina tersebut menantang pasukannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik di semua kompetisi yang mereka ikuti.

“Saya akan me mo tivasi para pemain untuk ber pres tasi di Liga Europa, sama seperti kami bermain di Primera Liga dan Copa del Rey. Tantangan baru di depan kami dan itu adalah impian yang harus kami wujudkan,” tandasnya.

Senada dengan Simeone, penjaga gawang Jan Oblak meminta rekan-rekannya segera melupakan hasil buruk di Liga Champions dan membayarnya dengan meraih kesuksesan di Liga Europa dan kompetisi domestik.

“Sangat menyakitkan tersingkir dari Liga Champ ions. Tapi, kami masih memiliki tugas penting lainnya di Primera Liga, Copa delrey, dan Liga Europa,” tandasnya.

ALIMANSYAH

Jakarta