Edisi 07-12-2017
Episentrum Sepak Bola Dunia


LIONEL Messi saat ini bak seorang dewa di lapangan hijau. Keajaiban demi keajaiban yang dia torehkan tidak hanya berpengaruh bagi kekayaannya, tapi juga masyarakat dunia.

Jika Anda punya waktu senggang, luangkan waktu Anda memeriksa Instagram kedua pesepak bola ini, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sampai tulisan ini diturunkan, Cristiano Ronaldo sudah menggunggah 2.104 gambar di akun Instagram resmi miliknya, @cristiano. Bagaimana dengan Lionel Messi? Mungkin Anda membayangkan jumlah yang sama.

Nyatanya tidak demikian, hingga kini akun Instagram @leomessi baru mengunggah 271 gambar saja.Di luar sepak bola, Messi memang seperti orang yang berbeda. Dia seolaholah berjalan mundur di tengah pesatnya perkembangan dunia.

Dia seperti hidup di dunianya sendiri dan tidak memerlukan penjelasan apa yang dia lakukan benar atau tidak. Normal atau tidak normal. Suatu saat dia pernah jadi bahan ejekan ketika mengenakan tuxedo bermotif polkadot saat menerima Ballon díOr keempatnya pada 2013 lalu.

Begitu mengejutkannya, sampai-sampai majalah Esquire tega mengkritik Messi. “Hey, Lionel Messi, kurangi sedikitlah kegilaannya,” tulis Jonathan Evans, editor majalah Esquire . Messi memang terlahir untuk sepak bola, bukan yang lainnya.

Jadi mengharapkan Messi jenius di bidang lainnya adalah keniscayaan. Xavi Hernandez, rekannya di Barcelona, malah mengatakan ukuran orang bermain sepak bola terletak di Messi. “Jika kamu tidak terkoneksi dengannya, maka lebih baik lupakan sepak bola,” kata Xavi.

Tidak bisa dimungkiri Messi saat ini adalah episentrum sepak bola dunia. Lewat sepak bola dia terlahir menciptakan keajaiban. Setiap momen mesra yang dia jalin dengan sepak bola selalu menjadi sejarah tidak terlupakan.

Anda mungkin merasakan getaran yang sama saat Messi mencetak tiga gol melawan Ekuador dan membawa Argentina lolos ke Piala Dunia 2018. Saat itu semua orang terhenyak karena Messi bisa membalikkan anggapan bahwa Argentina tidak akan lolos ke Piala Dunia 2018.

Getaran keajaiban itu terasa ke seluruh dunia dan Messi menjadi episentrumnya. “Dia lebih banyak diam dan membiarkan sepak bola yang menjawabnya,” ucap Pep Guardiola, mantan pelatih Messi di FC Barcelona. Pada akhirnya memang sepak bola yang menjadi pegangan Messi.

Sepak bola yang mengangkat namanya hingga ke puncak dunia. Bahkan termasuk urusan pendapatan yang membuatnya berada di peringkat tiga dunia sebagai atlet dengan pendapatan terbesar di dunia setelah Cristiano Ronaldo dan LeBron James.

Namun perlu dicatat, Messi tidak pernah segiat Ronaldo dan LeBron James mengeruk pundi-pundi kekayaan di luar lapangan hijau. Filip Bondy, kontributor majalah Forbes mengatakan, kompetisi atau persaingan sepak bola yang ketat justru menjadi nilai jual Messi.

Dia mencontohkan persaingan antara Messi dan Ronaldo yang sangat sengit. Persaingan itu justru membuat Messi memiliki daya jual tinggi. Ditambah lagi Barcelona dan Real Madrid terus menerus bersaing menjadi yang terbaik.

Barcelona tidak akan rela jika Ronaldo akan menjadi pemain dengan bayaran dan kontrak termahal di dunia. Buktinya pada 2016 saat Real Madrid menggaji Ronaldo sebesar USD475.000 setara Rp63 miliar per pekan, Barcelona langsung membuat kontrak baru untuk Messi dengan bayaran per pekan yang fantastis, yakni USD667.000 atau sekitar Rp8,8 miliar.

Bayaran ini membuat Messi mencetak sejarah sebagai pemain dengan bayaran tertinggi yang pernah ada di La Liga Spanyol. Barcelona memang tidak bisa bertaruh kehilangan Messi. Saat ini dalam catatan Forbes , Barcelona memiliki nilai sebesar USD3,64 miliar atau setara Rp48 triliun.

Real Madrid berada di bawahnya dengan nilai USD3,58 miliar atau mencapai Rp47,6 triliun. Barcelona sudah merasakan betul betapa kehilangan sosok sentral akan menggoyang sisi finansial mereka. Itu mereka rasakan ketika melepas Neymar Jr ke Paris Saint Germain.

Kehilangan Neymar Jr tentu menjadi kesalahan terindah Barcelona, tapi kehilangan Messi adalah kesalahan terburuk yang ada dalam sejarah. Tidak heran jika Barcelona mengikat Messi dengan skema buyout yang luar biasa.

Setiap klub yang membelinya harus mengeluarkan uang sebesar USD340 juta atau sekitar Rp4,5 triliun untuk membeli buyout clause . Messi memang tidak pernah memikirkan kemana kariernya setelah Barcelona.

Toh , dia tidak perlu pusing karena di Barcelona dia mendapatkan segalanya. Apalagi selama terus “menari” di Barcelona, pundi-pundi kekayaannya tetap terus bertambah. Pengakuan dari liga lain? Apa yang perlu dibuktikan dari seorang Messi. Itu sudah.

wahyu sibarani