Edisi 07-12-2017
Tradisi Yang Tak Tergoyahkan


JEEP mendapatkan sambutan yang positif ketika mereka memermak Jeep Cherokee jadi lebih atraktif. Begitu juga saat mereka menguatkan nuansa premium pada Jeep Grand Cherokee.

Namun, buat Jeep Wrangler, Jeep tidak berani coba-coba. Mobil ini seperti sebuah tradisi yang tak tergoyahkan hingga anak cucu. Jeep sepertinya paham ja ngan pernah merusak sebuah warisan yang begitu dikenal masyarakat dunia.

Alhasil, saat meluncurkan Jeep Wrangler berkode JL di ajang Los Angeles Auto Show 2017 akhir November lalu, masyarakat langsung mengenal nama mobil tersebut sebagai Jeep Wrangler. Jeep memang tidak mela kukan perubahan yang radikal buat Jeep Wrangler.

Mereka hanya menam bahkan elemen baru agar mobil ini bisa dikatakan sebagai mobil petualang zaman now . Jeep tetap mempertahankan sasis ladder frame dan masih pakai suspensi solid axle yang sama. Tapi sasisnya dimelarkan dengan memakai tambahan material baja kuat.

Bobotnya memang bertambah 45 kg, tapi wheelbase memanjang 3,6 cm untuk Wrangler dua pintu dan 6,1 cm untuk Unlimited. Keuntungannya, terasa di kabin belakang dengan ruang kaki lebih lapang. Sepertinya sulit untuk mengubah total desain yang sudah abadi ini.

Butuh perhatian lebih teliti untuk mencari apa saja yang membedakan dari Wrangler berkode JL dan kode JK. Selain lampu LED yang sudah standar di Sahara dan Rubicon, Jeep bermain dalam penggunaan bahan material. Kap mesin, pintu dan frame kaca depan menggunakan aluminium yang lebih ringan dari baja biasa.

Bahkan pintu belakangnya magnesium. Perubahan besar justru terasa di sektor interior. Jeep seperti ber upaya mengombinasikan gaya retro dan modern. Simak kisi-kisi lubang AC dengan model bulat yang senada dengan layar spedometer dan berada pada satu baris memben tang hingga sisi penumpang, mengingatkan kita akan penampilan dasbor Jeep Wrangler YJ yang klasik.

Sisi modernisasi terlihat pada bagian headunit layar sentuh berbentuk kotak yang terintegrasi dengan sistem navigasi. Kenop pengatur suhu dan embusan udara ke kabin juga masih menggunakan model bulat yang dipadukan dengan tomboltombol pengaturan fitur berkendara modern dan tombol bukaan kaca jendela.

Semua varian memakai tombol engine start/stop dan instrument cluster berupa monitor video full-color . Di tengah dasbor ada pusat hiburan berupa layar sentuh Uconnect berukuran 8,4-inci. Di bawahnya ada Media Center sebagai pusat koneksi USB 2.0 dan port Micro USB.

Beralih ke sektor mekanis. Mesin standar masih berupa Pentastar V6 3,6- liter yang jeroannya dibenahi agar lebih irit. Tenaga 285 daya kuda dan torsi 353 Nm tidak berubah. Pilihan transmisi ada otomatis 8-speed punya Fiat Chrysler dan manual 6-speed garapan Aisin.

Opsi lain, mesin EcoDiesel V6 3,0-liter bertenaga 240 daya kuda dengan torsi 599 Nm. Mesin ini hanya tersedia dalam transmisi matik dan di varian 4-pintu Unlimited saja. Paling menarik tentu saja mesin baru 4-silinder 2,0-liter turbocharger .

Tenaganya 270 daya kuda lebih kecil dari V6, namun torsinya unggul di 400 Nm. Kapabilitas off-road tak perlu diragukan lagi. Inilah bagian terbesar dari kelegendarisan Jeep Wrangler. Untuk pertama kali dalam sejarah Wrangler, terdapat dua transfer case dengan sistem 4WD full-time dan rasio low-gear 2,72:1 di trim Sahara.

Sistem Selec-Trac terbaru lebih pintar membagi torsi menuju roda depan atau belakang. Sistem 4x4 Command-Trac dilengkapi 2-speed transfer case dengan rasio 2,72:1 dan gardan solid dengan rasio 3,45.

Sementara di Wrangler Rubicon, sistem 4x4 Rock-Trac dilengkapi gardan heavy duty Dana 44 dengan rasio 4LO 4:1. Rasio gardan depan dan belakang standar 4,10 lengkap dengan locking differential Tru-Lok.

wahyu sibarani