Edisi 07-12-2017
Lestarikan Makanan Bersama Gastronomi Indonesia


SIAPA yang tidak menyukai makanan? Setiap orang bahkan dari belahan dunia mana pun menyukai makanan.

Menggandeng salah satu kedutaan, yakni Kedutaan Jerman, Indonesian Gastronomy Association atau yang dikenal dengan IGA menyelenggarakan acara IGA? Embassy Minum Teh yang mengusung tema “German Gastronomic Conceptualisation and Its Program in Indonesia”.

IGA merupakan perkumpulan yang dibentuk dengan tujuan mengangkat, mengembangkan, melestarikan, dan mendekonstruksi seni masak dan makanan baik yang tradisional maupun modifikasi akibat localized global cuisine.

Setelah sebelumnya menggandeng negara Prancis untuk memperkenalkan berbagai makanan yang ada di sana, kali ini IGA bekerja sama dengan Kedutaan Jerman dalam rangka memperkenalkan seni budaya makanan Indonesia kepada perwakilan asing yang ada di Jakarta.

“Kita memang mewadahi supaya gastronomi Indonesia ini lebih terangkat karena banyak jenis masakan Indonesia setiap daerah itu kan banyak sekali, seperti kerupuk juga bagian dari gastronomi,” ujar Rini A Djaffar, Executive Director of IGA.

Untuk tahun 2017-2019, rencananya IGA menyelenggarakan acara seperti ini selama 16 bulan dengan 16 perwakilan asing (kedutaan besar) yang telah dipilih dari negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Acara dibuka dengan presentasi dari Kedutaan Jerman oleh Mr Jong Kinnen, Head of The Cultural and Press Section, yang memperkenalkan tentang masakan Jerman dan bahan-bahan pembuatan dari masakan itu. Selanjutnya, dilanjutkan dengan penampilan fashion show busana Nusantara oleh ibu-ibu anggota IGA dari koleksi batik, ikat, dan tenun.

Indrakarona Ketaren selaku Presiden IGA mengaku tujuan yang ingin didapatkan oleh IGA belum sepenuhnya didapat karena tidak semua orang bisa memahami gastronomi. Mereka hanya bisa menjelaskan dari sisi makanannya, bukan budayanya.

Pentingnya untuk IGA adalah cerita di balik makanan tersebut. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan, yaitu memenuhi branding Indonesia, terutama soal makanan di mata negara.

mg7/mg6