Edisi 07-12-2017
Pentingnya Pola Makan Sehat


SEKARANG ini kesadaran gaya hidup sehat sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun bagi sebagian masyarakat masih sulit menjalaninya.

Menerapkan gaya hidup sehat terbukti memiliki banyak manfaat, seperti terhindar dari beberapa penyakit tidak menular dan memperpanjang harapan hidup.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Lily S Sulistyowati, MM, mengatakan bahwa lebih dari 50% penduduk Indonesia adalah usia produktif yang merupakan mesin penggerak ekonomi bangsa.

Untuk memastikan produktivitas yang tinggi, masyarakat harus menjaga kesehatan dan terlibat aktif mewujudkan lingkungan sehat di sekitarnya. “Namun, apa yang kita temui dewasa ini adalah meningkatnya prevalensi kejadian penyakit tidak menular (PTM), seperti stroke, jantung, kencing manis memiliki proporsi lebih besar di pelayanan kesehatan, bahkan mulai diderita oleh masyarakat berusia cukup muda,” ujar dr Lily dalam acara BrandBrands Health Awards 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan sudah saatnya masyarakat mencermati gaya hidup yang diterapkan agar situasi ini dapat diperbaiki dan mengubah upaya kuratif menjadi upaya preventif. “Sejak 2016 pemerintah telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dituangkan dalam INPRES No 1 Tahun 2017.

Menitik beratkan pada upaya kolektif untuk perilaku hidup sehat, meliputi kegiatan melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban,” papar dr Lily.

Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK menuturkan bahwa gaya hidup sangat menentukan penerapan pola makan seseorang. Menurut dia, sehat adalah sebuah pilihan, termasuk memilih gaya hidup yang akan kita jalani.

Kebiasaan makan dengan gizi seimbang yang semula adalah pilihan, lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan tanpa disadari menjadi gaya hidup. “Kebutuhan gizi di masing-masing usia berbeda, dan penting untuk menerapkan pola makan dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan.

Bagi usia produktif, khususnya 18-35 tahun, kita harus waspada menjaga pola makan agar seimbang dengan energi yang dikeluarkan,” ungkap dr Fiastuti. Dia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi tidak terkecuali informasi tentang kesehatan saat ini, masyarakat kerap berhadapan dengan hal-hal instan yang menggiurkan.

Dr Fiastuti menambahkan, kita harus memastikan bahwa apa pun pilihan pola makan yang kita inginkan sudah memenuhi ketentuan gizi seimbang dikombinasi dengan olahraga yang sesuai usia dan kebutuhan.

“Masyarakat di perkotaan dihadapkan pada gaya hidup supersibuk yang mengabaikan kecukupan asupan nutrisi karena tergesa-gesa mengejar jadwal kegiatan yang sangat padat, masyarakat terbiasa mengonsumsi makanan lemak tinggi bergizi rendah.

Atau menerapkan metode diet tertentu tanpa pengawasan dokter. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena mengabaikan keamanan untuk mendapatkan hasil yang instan,” ujar dr Fiastuti.

Menurut dia, kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat harus perlu terus ditingkatkan karena secara umum kesadaran masyarakat akan asupan gizi seimbang masih terbilang rendah. Sebagian masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, tetapi tidak dibarengi pemahaman kesehatan yang tepat.

“Kini banyak beredar tips kesehatan yang masih dipertanyakan kebenaran dan keamanannya. Penting bagi masyarakat untuk bersikap cerdas dan berhati-hati menyikapi informasi dan tren kesehatan tersebut dan berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapat penjelasan yang benar serta jangan lupa untuk rutin berolahraga,” pungkas dr Fiastuti.

iman Firmansyah