Edisi 07-12-2017
Pragmatisme Masyarakat Kota Malaikat


LOS Angeles Auto Show 2017 yang digelar akhir November lalu membuktikan mobil-mobil dengan bahan bakar konvensional tetap memiliki daya tarik yang kuat.

Bagaimana nasib mobil listrik di pameran ini? L os Angeles, California adalah surganya mobil listrik di Amerika Serikat. Saat pertama kali mobil listrik masuk ke pasar Amerika Serikat, kota pertama yang bergairah memiliki mobil tersebut adalah Los Angeles.

Bayangkan di kota ini pemilik mobil listrik begitu dimanjakan. Di Los Angeles saja sudah ada 1.231 stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Belum lagi kebijakan Pemerintah Kota Los Angeles yang memberikan insentif besar bagi pemilik mobil listrik.

Bahkan, jika ingin membuat stasiun pengisian listrik pribadi, Pemerintah Kota Los Angeles memberikan dana bantuan sebesar USD1.000 atau sekitar Rp13,3 juta bagi yang mau membuatnya sendiri. Tidak heran jika pendaftaran mobil listrik di wilayah Los Angeles, menurut LA Times , terus meroket setiap tahunnya.

Tahun lalu tercatat ada 40.347 pendaftaran mobil listrik baru. Angka ini meningkat dibanding tahun 2015 (34.477) dan 2014 (29.536) unit. Namun, jangan kaget dulu tingginya angka ini hanya menunjukkan betapa pragmatisnya masyarakat Los Angeles.

Sebab, hingga kini mobil yang paling laris di Los Angeles masih dipegang oleh mobilmobil berbahan bakar konvensional. Dalam catatan LA Times , mobil subkompak paling laris di kota tersebut adalah Nissan Versa, KIA Soul, dan Toyota Yaris.

Setelahnya baru Chevrolet Volt yang satu-satunya menggunakan listrik. Masyarakat Los Angeles memang tergoda dengan kemudahan yang diberikan mobil listrik, namun mereka masih tidak bisa melupakan sensasi yang diberikan mobilmobil konvensional.

Perhelatan Los Angeles Auto Show 2017 jadi salah satu bukti betapa masyarakat Los Angeles masih tergoda dengan mobilmobil dengan pembakaran internal ketimbang listrik. Mereka masih penasaran dengan mobilmobil yang bisa menggelontorkan tenaga hingga ribuan daya kuda.

Oke, Mercedes- Benz memang membawa sebuah mobil bernama Mercedes-AMG Project One yang memiliki tenaga 1.000 daya kuda. Tapi apa artinya lontaran ribuan tenaga jika tidak memiliki suara yang menggetarkan hati mengingat mobil tersebut adalah perpaduan mobil listrik dan konvensional.

Inilah mengapa Amerika lebih melirik mobil-mobil berbahan bakar konvensional. Aria contohnya, sebuah perusahaan mobil independen Amerika yang membawa Aria FXE ke hadapan masyarakat Los Angeles. Mobil ini memiliki tenaga kuda yang luar biasa, yakni 1.150 daya kuda.

Angka fantastis lainnya datang dari Chevrolet yang membawa Chevrolet Corvette terkencang yang pernah mereka buat, Chevrolet Corvette ZR1. Mobil dengan atap terbuka ini diklaim mampu menjungkalkan Lamborghini Aventador Roadster yang memiliki tenaga 730 daya kuda.

Berbekal mesin V8 plus turbo, Chevrolet Corvette ZR1 memiliki tenaga 755 daya kuda tanpa bantuan listrik. Masyarakat Los Angeles membutuhkan sebuah mobil yang merepresentasikan kekuatan mereka. Bagi mereka, semakin berotot mobil, maka semakin layak mobil itu dikendarai. Inilah representasi mobil berotot atau muscle car ala Amerika.

wahyu Sibarani