Edisi 07-12-2017
Cegah sejak Dini


MULAI sekarang, ubah pandangan Anda ketika melihat anak-anak dengan badan yang gemuk, bahkan cenderung obesitas.

Masyarakat masih beranggapan anak gemuk itu sehat, anak gemuk itu menggemaskan. Karena itu, ketika anaknya sendiri tidak gemuk, maka berbagai upaya dilakukan. Mulai dari mencekoki makanan hingga memberikan vitamin penambah nafsu makan.

Padahal, gemuk itu tidaklah baik dan bahkan menjadi ancaman kesehatan. Sebab itu berbagai pencegahan perlu dilakukan guna menangani obesitas. Adapun langkah pencegahan dibagi menjadi pencegahan primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan primer dilakukan pada anak yang belum mengalami kegemukan. Caranya dengan menerapkan kebiasaan makan sehat dan aktivitas sehat. Ada semacam food rules , yang harus dipatuhi, yaitu membiasakan anak untuk mematuhi jadwal makannya, yaitu hanya saat jam makan.

Sementara, pada anak obesitas, umumnya karena berlebihan minum susu atau kebanyakan makan. Karena itu, makan sebaiknya tidak boleh lebih dari 30 menit, dan tidak ada makanan lain di antara waktu makan kecuali buah. Penerapan nutrisi seimbang lebih diutamakan dan tidak ada teori diet apa pun untuk anak.

Teori seimbang terdiri dari karbohidrat 50%- 60%, protein 15%-20%, dan lemak <30%. “Minuman untuk anak hanya air putih atau susu. Tidak boleh minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi,” tegas dr Klara Yuliarti SpA(K), staf pengajar dari FKUI.

Ia melanjutkan, konsumsi gula sebaiknya juga dibatasi. Konsumsi gula, dijelaskan oleh Aurora Lumbantoruan MPsi, ada hubungannya dengan faktor pendidikan dan sosial ekonomi pada keluarga.

“Kurang pengetahuan tentang makanan sehat menyebabkan orang tua cenderung membeli makanan tinggi lemak dan murah,” sebut Aurora. Untuk diketahui, obesitas di dunia terus bertambah, bahkan kini meningkat 10 kali lipat dalam empat dekade terakhir.

Penelitian terbaru WHO menunjukkan sebanyak 124 juta anak dan remaja, baik laki-laki maupun perempuan di seluruh dunia dianggap terlalu gemuk. Penelitian yang diterbitkan di Lancet ini atas kerja sama WHO dan Imperial College London.

Data ini menunjukkan tren obesitas terjadi peningkatan di lebih dari 200 negara. Di Inggris saja, satu dari setiap 10 anak dan remaja berusia lima hingga 19 tahun mengalami obesitas.

(sri noviarni)