Edisi 07-12-2017
Jadi Tour Guide, Ringgo Agus Harus Kuasai Banyak Bahasa


AKTOR Ringgo Agus Rahman membuktikan kapasitas aktingnya yang terbiasa bermain dalam film genre komedi, kini dirinya bermain film drama romantis.

Wajahnya yang sering terlibat di film komedi dan melakoni karakter lucu, membuat Ringgo Agus Rahman identik dengan peran yang jenaka. Namun, di layar lebar Satu Hari Nanti , dia berperan sebagai seorang tour guide yang menguasai beberapa bahasa.

Diakui suami dari Sabai Morscheck, memang tak mudah masuk dalam film bergenre romantis. Namun, ini menjadi sebuah tantangan tersendiri olehnya. Terlebih dalam film ini Ringgo dituntut berperan serius. “Sebenarnya ini kan bukan film pertama di 21 ke atas ya, ada juga di Indonesia.

Tapi ini adalah salah satu tantangan buat gue, ya teman-teman lihatlah, selama ini gue main film seperti apa, apakah ada yang mempercayai gue saat serius, ya gue gak tau ya, di sini gue melihat bukan harus berkomedi,” celotehnya kepada KORAN SINDO di sela-sela gala premier film Satu Hari Nanti di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (5/12) malam.

Mendapatkan kepercayaan bermain dalam film tersebut, tentu ini akan menjadi pengalaman baru baginya. Terlebih dalam mengasah kemampuan aktingnya dan juga bisa membuktikan diri pada publik bahwa dirinya juga dapat bermain peran serius.

“Menurut gue, saat sutradara kasih peran ini merupakan salah satu kepercayaan yang menurut gue. Tumben amat lo percaya ya, jadinya gue di sini memainkan peran yang beda lagi. Menurut gue, ini tantangan yang baru, dan yang benaran menantang,” sambungnya.

Dalam film karya sutradara Salman Aristo tersebut, aktor yang dikenal publik saat bermain film Jomblo (2006) karya Hanung Bramantyo ini berperan sebagai Din, yang bekerja menjadi pemandu wisata di Swiss. Walau cukup andal dalam menjalani pekerjaannya, dirinya dikenal sebagai cowok yang nakal.

Awalnya, ayah dari Bjorka Dieter Morscheck ini pun ragu untuk bisa melakoni karakter Din lantaran harus belajar beragam bahasa asing secara singkat, mulai dari Jerman sampai India. Ia minta waktu sebulan, sedangkan yang disediakan hanya 10 hari.

Selain itu, Ringgo kerap berdiskusi dengan sang istri untuk menjalani adegan dewasa bersama lawan mainnya, yaitu Ayushita dan Adinia Wirasti di Satu Hari Nanti .

Lewat perannya itu, mau tak mau dia harus bekerja keras untuk totalitas perannya. Bukan cuma tentang perannya yang lebih serius, juga tuntutan untuk bisa berbagai macam bahasa. Dalam film arahan sutradara Salman Aristo ini, Ringgo harus berbahasa Swiss-Jerman, Inggris, Thailand, dan Tamil (India).

Lantas, bagaimana ayah satu anak ini berlatih dalam waktu singkat alias sepuluh hari? “Saya tulis beberapa bahasa di tembok, di rumah. Supaya bangun tidur melihat itu, makan, melihat itu. Meski memang mengucapkan lafal bahasa tiap negara itu susah.

Walau kedengaran sama dan kebetulan waktu itu cuaca dingin, jadi kadang apa yang diucapkan suka berbeda dan orang sering salah menangkap apa yang kita maksud,” kata Ringgo.

Sebetulnya ia dan pemain lain didampingi pelatih bahasa, namun Ringgo juga tetap berusaha memperlancar bahasa Swiss-Jermannya dengan berkomunikasi secara autodidak dengan penduduk lokal di Swiss dan Jerman.

“Untuk ngomong Swiss dan Jerman itu butuh penyesuaian. Harus belajar dari orang sana langsung. Soalnya ada Prancisnya juga. Ada tokoh namanya Albert, dia yang ngajarin saya cara ngomong ,” kata peraih predikat Pasangan Sinetron Tersilet Silet Awards 2014 bersama Naysila Mirdad dalam sinetron Kita Nikah Yuk .

thomasmanggalla