Edisi 07-12-2017
Siswa SMP Wajib Bersepeda ke Sekolah


BLITAR – Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur membagikan 4.400 unit sepeda gratis kepada para pelajar SMP se-Kota Blitar.

Langkah ini terkait dengan kebijakan pemerintah setempat yang mewajibkan para siswa bersepeda ke sekolah. “Hari ini kita bagikan 4.400 sepeda ke siswa,” ujar Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar, kemarin. Jumlah tersebut masih akan ditambah lagi. “Untuk kekuranganya, yakni 1.300 unit sepeda akan dibagikan pada 2018 mendatang,” tambah Samanhudi.

Launching sepeda gratis untuk pelajar bersamaan dengan acara Kirab Pemuda Nusantara yang digawangi Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Samanhudi berharap tidak ada lagi pelajar di Kota Blitar yang mengendarai motor.

Kepala daerah yang juga Ketua DPC PDIP Kota Blitar ini meyakini bersepeda membuat pelajar lebih bugar dan mengurangi polusi udara, kemacetan lalu lintas sekaligus memperkuat status Kota Blitar sebagai salah satu kota layak anak di Indonesia. “Hasil penelitian menyebutkan tulang anak zaman dulu yang bersepeda terbukti lebih kuat dan sehat dibanding anak sekarang,” terangnya.

Tidak hanya memberikan sepeda gratis, Pemkot Blitar juga menyediakan jalur khusus bersepeda. Hal ini agar pesepeda tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Pemkot juga menyediakan sejumlah titik konter yang berfungsi sebagai bengkel sepeda.

Kendati demikian, sebagai uji coba pemkot belum mewajibkan siswa bersepeda secara penuh. Siswa masih bersepeda tiga kali dalam seminggu. “Minimal tiga kali dalam seminggu,” tegas Samanhudi. Jika ada sepeda yang rusak atau bannya meletus bisa langsung dibawa ke bengkel yang disediakan Pemkot.

“Semuanya gratis, sambungnya. Program siswa bersepeda ke sekolah ini merupakan program wajib. “Jikaterbuktitigakalitidak bersepeda atau tertangkap tidak bersepeda, saya akan meminta sekolah mengeluarkan (siswa),” tegas Samanhudi. Pemkot juga akan mengerahkan petugas dari unsur Satpol PP, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perhubungan yang stand by di titik perbatasan wilayah Kota Blitar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Moh Sidik mengatakan, pemkot telah mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar lebih untuk pengadaan 4.400 sepeda ini. “Sedangkan kurangnya Rp 3 miliar lebih akan direalisasikan pada 2018,” ujarnya.

Menurut Sidik, program pelajar bersepeda sebagai bagian pendidikan karakter, yakni olah roso (mengolah rasa), olah rogo (mengolah raga) dan olah pikir (mengolah pikiran). Langkah Pemkot Blitar ini, kata dia, sebagai bagian pendidikan olah rogo.

solichan arif