Edisi 07-12-2017
Sumut Jajakan Empat Sektor ke Bekes County


MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemerintah Bekes County, Hungaria mengulang sejarah dengan kembali menjalin kerja sama sister province yang pernah dilakukan pada 2010-2015.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kesepahaman di Gubernuran, Jalan Sudirman, Rabu (6/12/). Sumut pun langsung menawarkan empat sektor potensi andalan sebagai bentuk realisasi kepada Bekes County. Keempat sektor itu yakni perkebunan kelapa sawit, pertanian, pariwisata terutama Danau Toba, serta sektor perikanan dan kelautan.

”Hari ini kami kembali menjalin kerja sama dengan Bekes County. Ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dibuat beberapa waktu lalu oleh gubernur Sumut sebelumnya dan presiden Bekes County sebelumnya,” ujar Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Hadir pada kesempatan itu Presiden Majelis Umum Bekes County Mihaly Zalai, Wakil Ketua Dewan Daerah Bekes County Mihaly Horvath, Koordinator Hubungan Kerja Sama Luar Negeri dan Pariwisata Konsul Bekes County Erika Blenessy Piros, Kepala Departemen Kementerian Pertanian Hungaria Andrea Pental, dan Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Bekes County Janos Godi.

Hadir juga perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Ivan Polantalo dan Suwagianto serta Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri Nelson Simanjuntak. Tengku Erry Nuradi mengatakan, kehadiran Presiden Majelis Umum Bekes County ke Sumut selama empat hari ini merupakan kunjungan balasan.

”Tahun lalu kami disambut hangat oleh Presiden Bekes County. Saya berterima kasih atas sambutan hangat yang telah diberikan,” ujar Erry. Erry juga mengatakan bahwa DPRD Sumut sebelumnya juga sudah menyetujui kerja sama sister province ini untuk dilanjutkan.

Dengan begitu, diharapkan kerja sama ini dapat bermanfaat baik bagi kedua negara, khususnya bagi kedua provinsi. ”Banyak hal yang bisa kita lakukan kerja sama baik di bidang perdagangan, pertanian, industri, pendidikan dan bidang lainnya,” terang Erry.

Erry juga memaparkan bahwa Sumut merupakan provinsi keempat terbesar di Indonesia dari segi populasi penduduk sebanyak 14 juta jiwa. Sumut juga merupakan daerah perkebunan kelapa sawit terbesar, di mana luas kebun 2,1 juta hektare dan di antaranya 1,6 juta hektare merupakan kebun kelapa sawit.

”Sumut juga memiliki kawasan ekonomi khusus yang mengelola industri kelapa sawit dan turunannya. Beberapa perusahaan Eropa sudah menanamkan modalnya di kawasan ini, salah satunya perusahaan Unilever dari Belanda,” ujar Erry.

Selain itu, Sumut punya potensi pertaniandan produksi padi sangat terjaga dengan baik, dan Sumut juga merupakan daerah yang memasok padi ke daerah lain. Potensi ketiga yakni pariwisata. Sumut memiliki satu unggulan pariwisata yakni Danau Toba yang sudah dikembangkan menjadi wisata bertaraf internasional.

Sementara potensi keempat adalah sektor perikanan dan kelautan . Sumut memiliki dua pantai yakni pantai timur dan pantai barat, yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat banyak.

Presiden Majelis Umum Bekes County Mihaly Zalai mengatakan kerja sama ini merupakan lanjutan dari kerja sama di antara dua provinsi Sumut dan Bekes County 2010-2015 lalu. Hubungan antara dua provinsi ini menurut Presiden Majelis Umum Bekes County sebelumnya sangat erat.

Bahkan, hubungan tidak hanya di sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga sektor budaya dan pariwisata. ”Kami berharap MoU ini akan bermanfaat bagi kedua pihak.

Kerja sama dapat terjalin tidak hanya dari sektor ekonomi tapi juga sektor lainnya sehingga dapat mempererat hubungan masyarakat Sumut dan masyarakat Bekes County,” kata Mihaly.

lia anggia nasution