Edisi 07-12-2017
Takut Dihakimi, Rp300 Juta Ditebar ke Jalan


BENGKONG - Aksi pencurian modus pecah kaca mobil menghebohkan kawasan Bundaran Madani Batam Centre, Rabu (6/12).

Meski pelaku sempat membawa kabur uang Rp300 juta, tapi kasus pencurian berhasil digagalkan warga yang melintas di lokasi. Kejadian bermula saat Harianto, 53, pengendara mobil Toyota Fortuner putih BP 805 AQ memarkirkan mobilnya di depan Kedai Kopi 788, Batam Centre, untuk makan siang.

Harianto baru saja mengambil uang di Kantor Cabang BCA Jodoh.Setelah mengunci mobilnya, lalu dia menuju rumah makan. Namun, baru saja duduk dan belum memesan makanan, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi.

”Saat menuju mobil, saya melihat seorang pelaku mengambil dua kantong plastik dari dalam mobil,” ujarnya di Mapolsek Bengkong. Melihat itu, Haryanto berusaha mengejar pelaku dan beberapa warga mengetahui kalau yang dikejarnya adalah pelaku bobol kaca mobil juga berusaha mengejar kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Dalam pengejaran, motor pelaku bertabrakan dengan sepeda motor warga di Bundaran Madani. Tak ingin tertangkap, pelaku lantas melemparkan plastik berisikan uang ratusan juta di jalan. ”Saat itu warga malah fokus mengambil uang yang berhamburan, bukan mengejar pelaku.

Saya juga memunguti uang yang bertebaran di jalanan,” kata Haryanto. Warga yang sudah terpecah konsentrasi akibat uang bertebaran di jalan menjadi celah bagi kedua pelaku melarikan diri. Satu pelaku kabur naik motor ke arah Masjid Raya dan satu pelaku diketahui bernama Husin, 52, melarikandirikearah SPBU Simpang Regata.

”Yang melarikan diri ke SPBU bensin berhasil ditangkap,” ujarnya. Sementara itu, Husin seusai diamankan warga mengaku, telah mengintai korban sejak di BCA Jodoh. Saat itu Husin tak sendirian, dia dibonceng temannya Ismail yang berhasil kabur dari kejaran massa.

Selain gagal mendapatkan uang, Husin juga kesal dengan Ismail temannya yang kabur meninggalkannya di lokasi kejadian. “Kemana dia saya tak tahu, saya ditinggal di TKP. Saya baru sekali ini ikut mencuri bersamanya,” kata Husin. Pelaku juga mengaku baru saja tiba dari kampung halamannya di Sumatera Selatan.

“Saya tidak tahu sebelumnya, Ismail mengajak saya datang ke sini,” ujarnya. Korban Harianto mengaku uang ratusan juta yang baru diambil dari bank merupakan uang hasil penjualan rumah dan rencananya uang akan digunakan membangun masjid di kampung halamannya.

Kapolsek Bengkong Iptu Erdinal mengatakan kedua pelaku berasal dari Sumatera Selatan. Sementara uang yang ditebar pelaku di jalan tak sampai Rp300 juta. ”Uang yang berhasil kami amankan sebesar Rp196 jutaan dan sisanya kami kurang tahu kemana dan masih kami selidiki,” ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Tigor Dabariba mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui kedua pelaku dari Sumatera Selatan.

tommy purniawan/ tengku bayu