Edisi 07-12-2017
Kejati Periksa GOR Barombong


MAKASSAR– Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah Kejati Sulsel melakukan pemeriksaan tribun selatan Gedung Olahraga (GOR) Internasional Barombong kemarin.

Langkah itu sebagai respons maraknya pemberitaan terkait insiden ambruknya salah satu segmen di lantai 3 tribune selatan proyek tersebut. Ketua TP4D yang juga Asisten Intelijen Kejati Sulsel Marang mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tindakan apa saja yang dapat dilakukan dalam upaya mempercepat progres pembangunan yang akan segera berakhir.

Pendampingan juga untuk memastikan bahwa dalam proses pembangunan GOR ini tidak ada masalah yang bertentangan dengan hukum. Karena telah didampingi oleh Kejati, lanjut Marang, maka segala indikasi kesalahan yang menyebabkan ambruknya tribun selatan GOR akan ditangani Kejati Sulsel secara serius dan profesional.

”Kejati sendiri akan terus mengawal, mengamankan, dan mendukung jalannya pembangunan GOR hingga selesai, melalui upaya preventif dan persuasif. Apalagi, pekerjaan GOR ini pun masih dalam kontrak kerja,” tegas Marang.

Pemeriksaan tribun selatan GOR Internasional Barombong sendiri dipimpin oleh Koordinator Intelijen Kejati Sulsel Suprianto didampingi Kasi Penkum Kejati Sulsel Salahuddin.

Pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut rapat tertutup yang berlangsung antara Kadispora Sulsel Sri Endang yang juga selaku kuasa pengguna anggaran dalam proyek tersebut, pejabat pembuat komitmen, kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas.

Tak hanya Kejati Sulsel yang turun tangan, tim dari Polda Sulsel juga mendatangi lokasi pembangunan Stadion Barombong. Kepala Subdit III Tipikor Polda Sulsel AKBP Leonardo Panji Wahyudi yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sementara ini penyidik belum diperbolehkan menyelidiki insiden ambruknya salah satu segmen stadion.

Sejauh ini Polda Sulsel masih menunggu batas pengerjaan proyek berakhir, karena sesuai UU Jasa Konstruksi pengganti UU No 18/1999, dalam hal kegagalan konstruksi, polisi dan jaksa tidak masuk selama proses pengerjaan, kecuali dalam pelaksanaan konstruksi ada pidana, ada orang meninggal, operasi tangkap tangan.

”Sejauh ini pengerjaan masih berjalan dan belum diserahkan kepada pemerintah provinsi. Kita lihat saja nanti bisa diselesaikan atau tidak sampai perpanjangan waktu (akhir Desember). Kita mengawasi prosesnya,” pungkas Leonardo.

mustafa layong/ sri s syam