Edisi 08-12-2017
Advokat Zaini Akui Uang Suap dari Dirut Aquamarine


JAKARTA – Advokat sekaligus kuasa hukum PT Aqua marine Divindo Inspection Akhmad Zaini mengakui uang suap Rp350 juta berasal dari terdakwa pemberi suap Direktur Utama PT Aquamarine Yunus Nafik.

Fakta tersebut di ungkap Akhmad Zaini saat ber saksi dalam persidangan Yu nus Nafik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin. Zaini bersama Yunus didakwa secara terpisah sebagai pemberi suap Rp425 juta ke pada tersangka penerima suap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) nonaktif Tarmizi.

Zaini mengakui, da lam gu - gatan perkara perdata wanprestasi gugatan Eastern Jason Fabrication Services (EJFS) Pte Ltd melawan PT Aquamarine Divindo Ins pec tion, dirinya menjadi kuasa hu kum PT Aquamarine.

Dia meng aku ber hubungan dan melobi Tarmizi untuk memenangkan PT Aquamarine da lam gugatan yang diajukan EJFS dan gugatan balik yang di layangkan PT Aquamarine. Diakuinya sempat terjadi negosiasi uang suap kepada Tar mizi dari angka Rp750 juta turun menjadi Rp400 juta.

Dalam pembicaraannya dengan Tarmizi, sempat digunakan sandi sapi dan kambing untuk uang suap. Menurut Zaini, total uang yang di berikan keTarmizi sebesar Rp425 juta. Dia memastikan sebagian besar uang tersebut berasal dari Yunus. “Yang riil dari Pak Yunus 350 (Rp350 juta), Yang Mulia.

Dari uang pribadi saya Rp75 juta,” ujar Zaini dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Akhmad Zaini melanjutkan, Yunus pernah bertemu dengan Zaini di kediaman Yunus. Kepada Zaini, Yunus melarang Zaini agar tidak membicarakan tentang uang melalui sambungan telepon.

Kejadiannya setelah terjadi negosiasi Zaini dengan Tarmizi dan sebelum dua cek senilai masing-masing Rp250 juta dan Rp100 juta dari PT Aquamarine yang disetujui Yunus tidak bisa dicairkan di bank. “Artinya memang Pak Yunus melarang saya berkomunikasi lewat telepon saja.

Jangan menghubungi lewat telepon lah, nanti KPK, kita di Surabaya kita dipantau (KPK). Begitu,” tegasnya. Yunus Nafik yang diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menanggapi kesaksian Zaini langsung membantah keras. Yunus mengklaim permintaan uang baik untuk angka Rp250 juta maupun Rp100 juta oleh Zaini tidak lang sung ke Yunus.

Zaini hanya menyampaikan ke General Manager PT Aquamarine Rach madi Satriya Permana. Oleh Rachmadi, kemudian meng utarakannya ke Yunus. “Rachmadi menyampaikan ke saya itu ngomongnya soal kambing dan sapi. Saya sampaikan ke Rachmadi itu bukan urusan saya.

Itu urusan Zaini. Jadi, Pak Zaini minta uang 250 sa ma 100 untuk Pak Tarmizi. (Tapi) saya tidak pernah nyinggung Pak Tarmizi. Saya tidak kenal dengan Tarmizi,” tutur Yunus. Hanya memang, tutur Yunus, benar PT Aquamarine mengeluarkan dua cek dengan total Rp350 juta yang ditandatangani Yunus.

Yunus mengklaim sangat tidak logis untuk pengurusan perkara dengan me menangkan PT Aquamarine kemudian hanya diberikan Rp350 juta untuk Zaini. Pasalnya, dalam kontrak perjanjian Zaini sebagai kuasa hukum PT Aqua marine, tercantum bahwa lawyer fee untuk Zaini mencapai Rp1,35 miliar dan sudah diberikan ke Zaini Rp1,1 miliar.

“Ba gaimana mungkin saya menawar Tarmizi cuma harga 350 juta,” imbuhnya. Karena itu, Yunus memastikan seluruh isi keterangan atau kesaksian Zaini adalah salah besar.

sabir laluhu

Berita Lainnya...