Edisi 08-12-2017
Pendekatan Baru Dakwah Transformatif


Saat ini umat Islam di Indonesia tengah mengalami proses transisi dan transfor masi. Transisi tersebut menuju paradigma baru dengan mulai menafikan tradisi primor dialisme ke dalam tradisi yang lebih egaliter.

Sekat -sekat pa ham dan aliran mulai luntur ber ganti hanya satu identitas, ya itu muslim. Selama ini problem ma yo ri - tas muslim memang tergadai dan tersandera oleh sekat p a - ham dan aliran. Dan yang lebih mem prihatinkan mayoritas mus lim hidup termarginalkan. Ke mapanan hidup marginal ma k in mengkristal bersama pa - ra pemimpin umat yang tetap meng inginkan langgengnya peng hormatan, bahkan kultus. Ja ngan heran di kampungkam pung dan di pinggiran me - nyi kapi kemiskinan dan ke bo - doh an dianggap sebagai ke ada - an yang lumrah dijalani. Me nga - pa? Karena hidup enak dan su r - ga muslim itu di akhirat, se men - tara dunia adalah surga bagi orang-orang kafir.

Sementara itu, proses trans for masi juga tengah ber - gulir. Ada kelompok yang je - ngah de ngan keadaan meng - ha dapi s e ba tas rutinitas ama li - yah,apa lagi se ka d ar memupuk ke t aat an pr i ba di. Mereka me - li hat hari de mi hari umat Islam di si b uk kan hiruk-pik uk para pe mim pin nya, tetapi ti dak me nyentuh ke pentingan umat. Bisa jadi ma lahan umat di ja dikan objek un tuk ke pen - ting an dan ambisi pribadi. Muncullah saat ini para mu ja hid dakwah tampil ke per - mu k a an dan mulai mengambil ini sia tif. Para mujahid dakwah de ngan se gala per ann ya–ap a - kah de ngan ilmunya, har ta - nya, ke ah li an teknologi nya– ber satu da lam sa tu barisan ingin me la hir kan mus lim baru In donesia tan pa embel-embel apa pun.

Sia pa me re ka se sung - guh nya pa ra mu ja hid dakwah itu? Mereka ada lah ko munitas dan kelas me ne ngah ba ru yang m e nam pak kan ek s is ten si spi - ri tualitas di te ngah ke ju mud - an, ke mis kin an, dan ke b o doh - an saudara-saudaranya. Pertumbuhan kelas me ne - ngah di Indonesia paling cepat de ngan persentase yang besar. Itu artinya lahirnya kesadaran ba ru atas kewajiban dakwah men jadi semacam kebutuhan dan panggilan. Saya optimistis ge rakan ini akan menjadi bola sal ju dan mayoritas umat saat - nya nanti akan keluar dari or ga - ni sasi-organisasi konvensional me nuju sebuah komunitas de - ngan hanya satu identitas, yaitu sa ya muslim.

Kelahiran kelas menengah ba ru atas panggilan dakwah da - pat ditengarai peran dan kon tri - busi berbagai gerakan jamaah se lama akhir 2016 hingga be be - ra pa hari lalu pada helat akbar yang dihadiri oleh jutaan umat da lam acara reuni 212. Ko mu ni - tas dan umat mengambil ini sia - tif masing-masing untuk sam - pai ke Monas. Tidak ada du - kung an apa pun dari panitia. Yang ada adalah ta’awun an tar - se sama sahabat muslim. Trans - por tasi, minuman, snack, tikar, s a jadah, dll. Semangat seperti ini diyakini akan tetap bertahan di masa depan.

Oleh karena ke depan proses trans formasi yang sekarang te - n gah bergulir mesti mengk ri s - tal dalam satu wadah yang tetap ber orientasi pada pilar utama da kw ah, pilar utama dakwah da l am konteks amar ma’ruf ada - lah dengan hikmah dan bij ak sa - na, dengan nasihat yang santun dan lembut. Meskipun mesti ber debat, tetap argumentatif dan penuh kecerdasan. Dalam kon teks nahi munkar, pen de kat - an nya adalah: ubahlah dengan ta nganmu, dengan lisan penuh ke arifan, dan jika kemampuan amat terbatas dan tertekan de - ngan doa mustajabah. Melalui dua pendekatan ini, para pimpinan mujahid dak wah akan memfokuskan pada seg men tasi keahlian masing-masing.

Maka, nan ti - nya ada dak wah politik, dak - wah eko no mi, dak w ah pe me - rin tahan, dak wah bu daya, dak wah k e aman an dan k e ter - tib an, dak wah media, dan dak - wah lain. Ma ka, akan la hir lah ri buan dan mung kin ra tus an ri bu pe mim pin mujahid da k - wah di bi dang masing-masing. Sekarang baru berjuang da - lam satu aspek dakwah nahi mun kar. Terpilihnya Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai sa - lah satu tokoh mujahid dakwah da ri kelas menengah telah me - na bur jariyah kepada para pe - juang-pejuangnya. Para mu ja - hid dan mujahidah juga dapat ali r an pahala atas kebijakan me - nu tup hotel tempat maksiat, azan salat masuk ke ruang kan - tor, fasilitas musala di pem ber - hentian Transjakarta. Tentu ke de pan akan terus membagi ja ri - yah kebaikan.

Dakwah ekonomi te l ah pula dirintis pendirian 212 MART dan koperasi. Simultansi dakwah seluas as pek kehidupan dapat disusun pa ra inisiator gerakan ini. Jadi, ti dak hanya menumpuk dalam sa t u panggung menunggu gi lir - an orasi. akan lahirlah cita-cita Is lam di Indonesia dengan umat Is lam yang mampu me wu jud - kan baldatun thayyibatun wa rab - bun ghafur.Kitalah yang me nik - ma ti rezeki kekayaan alam ini, bu kan orang lain. Karena itu, capaian yang t e - lah berhasil terkonsolidasi de - ngan baik itu perlu terus di pe li - hara oleh para pemimpin umat agar tidak tergoda oleh prag ma - tis me dan iming-iming kekua - sa an yang sesaat dan dapat me - runtuhkan kepercayaan umat yang sangat besar saat ini.

Konsistensi perjuangan umat Islam, is tiqamah dalam memegang pri n sip harus menjadi ke pri ba - di an dan karakter pemimpin umat, dalam mewujudkan Indone sia sebagai baldatun thayy i - ba tun warabbun ghafur.Wallahu a’lam bish-shawab.

MAYJEN TNI (PURN) H KURDI MUSTOFA MM
Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI)

Berita Lainnya...