Edisi 08-12-2017
Teknologi Pengubah Dunia


Sinyal Code Division Multiple Access (CDMA) mungkin tidak akan pernah tercatat di dalam sejarah jika Qualcomm tidak berani mempertaruhkan uang, tenaga, dan pikiran.

Pada 1980 ke belakang, komunikasi masih menggunakan teknologi 1G. Satu frekuensi hanya bisa digunakan oleh satu orang seperti sebuah stasiun radio. Tuntutan komunikasi te rus meluas dan meningkat di dunia. Tantangan tersebut mendo rong Qualcomm untuk berpikir out of the box. Meski banyak orang skeptis, perusahaan peralatan telekomunikasi terse but tetap semangat menyukseskan riset CDMA, sebuah konsep yang akan mengubah wajah komunikasi nirkabel. Teori CDMA sudah ada sejak 1940- an.

Saat itu, artis Hollywood Hedy Lamarr dan komposer George Antheil berasumsi beberapa frekuensi dapat me - ngirimkan satu transmisi radio. Teori itu diserahkan kepada Pemerintah Ame rika Serikat (AS) untuk digunakan dalam Perang Dunia II. Namun, ide tersebut terbengkalai. Empat dekade kemudian, potensi CDMA masih tersembunyi. Mayoritas industri telekomunikasi menolak berinvestasi. Sebab, mereka sudah me ngeluarkan uang jutaan dolar AS dalam Time Division Multiple Access (TDMA). CDMA juga dipandang terlalu rumit, mahal, dan belum tentu berfungsi se bagai mana di dalam teori. Hanya Qualcomm yang berani ber - taruh.

“CDMA diragukan banyak orang da lam sejarah yang panjang. Orang lain ber kata, ’CDMA tidak akan berhasil,’ dan kami selalu mengatakan,”Kami tahu CDMA dapat berhasil,” ujar Wakil Presiden Senior Teknologi Qualcomm Technologies Inc, Chuck Wheatley, di situs Qualcomm.com. Pembuktian peluang komersial CDMA men da pat - kan banyak tantang an. Kegagalan kecil dalam sistem juga dapat ber akibat fatal. Selama be - berapa tahun, Qualcomm melakukan field trial , drive test , dan demonstrasi. Kerja keras dan cerdas Qualcomm ter bayar. Pada 1993, CDMA diakui sebagai sebuah standar industri. Migrasi menuju 2G (ge ne - rasi kedua) juga hanya mem bu - tuh kan waktu dua tahun.

Sinyal 2G menjadi fondasi utama mun culnya teknologi 3G, 4G, dan yang terbaru 5G. “CDMA merevolusi komputasi mobile, kemaju an teknologi yang lain, dan mengubah cara kita berkomunikasi dalam ke hi - dupan sehari-hari,” ungkap Qualcomm. Kesuksesan CDMA juga sekaligus memberikan implikasi positif terhadap reputasi Qualcomm. Sejauh ini, Qual - comm meraup revenue USD5,3 miliar pada kuartal ketiga tahun ini atau turun sekitar 12%. Sebab, selain bisnis per - izinannya menurun sekitar 42%, se ba - gian royalti seperti dari perusahaan raksasa Apple belum diterima. Meski demikian, pendapatan ke - uangan Qualcomm masih lebih tinggi dari perkiraan.

Hal ini didukung oleh adanya kenaikan penjualan chipset yang banyak diorder sektor automotif, jaringan, keamanan, dan alat pintar. Pada kuartal keempat tahun ini, pen - jualan chipset yang menyumbang 75% revenue perusahaan diperkirakan naik 9,4%. Sebagian besar per usahaan semi kon - duk tor yang memasok Apple opti mis - tis. Namun, partisipasi Qualcomm da - lam iPhone 8 masih belum jelas karena terlibat sengketa. Pada awal tahun ini, Apple menggugat Qualcomm atas tu - duhan penunggakan rabat royalti dan praktik antikompetisi yang membuat mereka merasa kecewa. Selain menuntut balik Apple atas kegagalan menegosiasikan paten 3G dan 4G, Qualcomm juga menilai ke suk - sesan Apple dalam 10 tahun terakhir yang membantunya menjadi per usa ha - an publik paling berharga di dunia tidak akan terjadi tanpa bantuan Qualcomm.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Eksekutif Don Rosenberg. “Apple tidak akan sanggup mem - bangun franchise iPhone menjadi pro - duk paling menguntungkan dalam pen - jualan smartphone tanpa bergantung kepada teknologi fundamental Qual - comm. Sekarang, setelah 10 tahun ber - lalu, Apple menolak mengakui nilai itu dan balik menyerang dengan kekuatan besarnya,” kata Rosenberg. Broadcom tertarik untuk meng akui - sisi Qualcomm. Namun, perusahaan dengan laba bersih USD5,70 juta pada 2016 itu menolak pembelian senilai USD105 miliar karena dianggap terlalu rendah. Chairman Qualcomm Paul Jacobs mengatakan penawaran ter se - but berada di bawah ekspektasi per usa - haan yang sangat optimistis.

“Qualcomm masih memiliki potensi untuk tumbuh,” kata Jacobs, dilansir The New York Times . Selain itu, meleburnya Broadcom dan Qualcomm yang akan menjadi pe - leburan terbesar dalam sepanjang se ja - rah industri teknologi dan berdampak besar terhadap produksi smartphone ber tentangan dengan aturan anti - monopoli AS. Qualcomm memiliki banyak pro - perti intelektual, termasuk paten, pa - ten aplikasi, dan perdagangan rahasia yang berhubungan dengan teknologi CDMA. Di samping menjual perizinan dari paten tersebut kepada perusahaan lain, Qualcomm juga menggunakan teknologi ini dalam produk-produk mereka yang sangat krusial.

Pendapatan Qualcomm terbagi ke dalam tiga segmen operasi, yakni QCT, QTL, dan QWI. QCT meliputi pema sok - an sirkuit dan sistem software untuk komunikasi suara dan data, jaringan, proses aplikasi, multimedia, dan GPS. Adapun QTL lebih kepada transaksi hak paten dan QWI layanan untuk logistik, nirkabel, dan transportasi.

Muh shamil