Edisi 08-12-2017
Sosok di Balik Miliaran Koneksi


Menjadi seorang pelopor membutuhkan visi, intuisi, dan keinginan untuk mengambil peluang. Irwin Jacobs, salah satu pendiri Qualcomm, menggunakan ketiga elemen itu untuk menjadi inspirator dan inovator.

Semangatnya, juga kedermawanannya, tidak hanya mengubah industri nirkabel, tapi juga kehidupan masyarakat. Sebelum memberikan kontribusi positif terhadap dunia, Jacobs menghadapi berbagai tantangan dan ku rangnya dukungan dari luar. Dunia nirkabel mungkin akan sangat berbeda jika Jacobs mengikuti saran pembimbing konselingnya yang menyatakan ilmu pengetahuan dan engineering tidak me - miliki masa depan yang cerah. Awalnya, Jacobs mengambil Ju rusan Administrasi Perhotelan di Uni versitas Cornell.

Namun, setelah dire mehkan saha batnya, dia pindah jurus an ke bidang teknik listrik. Jacobs me raih gelar doktor dari MIT. Dia men - jadi pengajar dan bekerja sa - ma dengan sahabatnya untukmenulisbuku Principles of Communication Engi neering. Namun, pada 1966, Jacobs sekeluarga pindah ke San Diego karena Uni versitas California mem bu tuhkan pengajar baru setelah dibuka kelas engineering . Selama berada di Universitas California, Jacobs bersama beberapa pro fesor mendirikan Linkabit Corp. Dia berhenti men jadi pen di - dik dan fo kus di per usa ha - an konsultasi itu. Jacobs pen siun dan pada Juli 1985, dia dan enam koleganya di Lin ka bit mendirikan Qualcomm.

Tanpa produk dan tanpa pe ren - canaan bisnis serta de ngan jumlahstafyangsa ngat se di - kit, Qualcomm awal nya ha - nya fokus pada pen ciptaan komunikasi yang berkualitas (Quality Communication). Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang mereka temukan akan meng ubah dunia. “Qualcomm didasarkan pada ide yang inovatif untuk mencari ide yang dapat memberikan perubahan sig ni fi kan,” kata Jacobs, yang kini ditulis men jadi visi Qualcomm. Di bawah kepemimpinannya, Qual - comm menjadi pelopor penggunaan teknologi CDMA untuk jaringan seluler komersial. Pada tahun 1980-an, teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) jauh lebih populer dan tengah menjadi stan - dar industri sehingga Code Division Multiple Access (CDMA) se ring di pan - dang skeptis.

Meski de mi kian, Jacobs dan koleganya tidak goyah. Teknologi CDMA menjadi sumber kekuatan se mua jaringan seluler 3G yang meng hu bung - kan miliaran orang di seluruh dunia. Warisan yang diberikan Jacobs lebih dari sekadar CDMA. Dia juga me nu run - kan sifat kedermawanan. Selain mem - bantu proyek-proyek lokal di San Diego, dia juga mendukung penuh pen - didikan dan kesenian seperti pen - didikan High Tech High. Dia juga mem - berikan donasi kepada MIT, UCSD, dan Cornell. San Diego Union Tribune mem be ri - kan gelar kepala philantropi kota ke - pada Jacobs.

Dukungannya juga besar terhadap Diego Symphony, La Jolla Playhouse, San Diego Natural History Mu seum, dan Museum of Con tem - porary Art San Diego. Teranyar, Jacobs dan istrinya membantu mendanai per - pustakaan umum. Jacobs merupakan salah satu orang terkaya di AS yang ikut serta dalam Giving Pledge sejak 2010. Organisasi amal bentukan Warren Buffet itu men - jadi wadah bagi mereka untuk me nya - lurkan bantuan, sedikitnya separuh dari kekayaan mereka harus di sum - bang kan dalam berbagai program amal.

Muh shamil