Edisi 08-12-2017
Senyum Inggris Raya


LIVERPOOL– Kontestan Liga Primer menjadi kekuatan berbahaya di Liga Champions musim ini. Itu dibuktikan dengan lima wakilnya yang melaju ke babak gugur kompetisi elite Benua Biru. Wakil Inggris terakhir yang lolos ke fase 16 besar adalah Liverpool.

Kemenangan 7-0 atas Spartak Moscow, Kamis (7/12), membuat The Redsbercokol di puncak klasemen akhir Grup E dengan mengoleksi 12 poin. Liverpool mengikuti jejak Manchester United (MU), Manchester City (Man City), Tottenham Hotspur, dan Chelsea yang juga masih bertahan di Liga Champions. Ini menjadi sejarah tersendiri. Pasalnya, Inggris kini menjadi negara pertama yang mengirimkan lima wakilnya ke babak gugur. Inggris berhasil melewati catatan Spanyol pada edisi 2015/2016.

Saat itu Negeri Matador diwakili lima tim di penyisihan grup, yakni Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Valencia, dan Sevilla. Tapi, hanya Barcelona, Madrid, dan Atletico melenggang. Masih ada sejarah lagi yang tercipta. Ini pertama kalinya lagi sejak musim 2006/2007 ada empat klub Inggris yang menjadi juara grup. Selain Liverpool, tiga wakil lainnya, yakni Man City, MU, dan Tottenham sukses mengunci posisi pertama. Ini jelas membuka peluang bagi Inggris untuk kembali menjuarai Liga Champions. Maklum, setelah Chelsea merajai 2011/2012, prestasi Negeri Ratu Elizabeth II malah anjlok. Jangankan menjadi juara, untuk masuk final saja tidak ada yang mampu.

Selama periode itu, Inggris harus rela dijajah Spanyol karena sukses meraup empat gelar. Karena itu, melajunya Liverpool mendapat sambutan hangat, tidak terkecuali dari Pelatih Juergen Klopp. Dia memuji permainan menyerang timnya yang membuat Spartak hancur. Philippe Coutinho menjadi bintang lewat hattrick-nya (4, 15, 50). Lalu, empat gol lainnya disumbangkan Roberto Firmino (18), Sadio Mane (47, 76), dan Mohamed Salah (86). “Tidak ada yang membayangkan pertandingan berjalan seperti ini. Spartak adalah tim yang bagus dan lawan sulit. Kami mengawali pertandingan dengan sempurna. Setelah memimpin, kami tidak terbendung,” kata Klopp, dilansir Soccerway.

Juru taktik asal Jerman tersebut sangat antusias menantikan lawan Liverpool di babak gugur. Klopp menegaskan bahwa pasukannya siap menghadapi siapa pun guna meraih hasil terbaik di Liga Champions, termasuk kemungkinan bertemu Bayern Muenchen, Juventus, atau Madrid. Optimisme Klopp bukan tanpa dasar. Sejauh ini, Liverpool belum terkalahkan di delapan laga terakhir Liga Champions (tiga menang, lima imbang). Produktivitas Coutinho dkk juga tergolong sangat baik dengan menggelontorkan 23 gol sepanjang penyisihan grup.

“Sangat menyenangkan bisa kembali ke fase knock-outsetelah sekian lama absen. Kami tidak menyukai siapa pun lawan kami. Tapi, kami tidak akan protes mengenai siapa pun lawan yang akan kami hadapi,” tandas Klopp, yang sukses membawa Liverpool ke babak gugur Liga Champions untuk pertama kali lagi sejak 2008/2009. Setelah memenuhi misi pertama, Klopp kembali mengalihkan fokusnya ke Liga Primer. Kemenangan atas Spartak menjadi modal penting Liverpool, terutama jelang laga derbyMerseyside kontra Everton, Minggu (10/12).

Sementara di kubu lawan, kekalahan ini menghentikan langkah Spartak di Liga Champions. Tim asal Rusia tersebut harus terlempar ke babak 32 besar Liga Europa lantaran menempati peringkat 3 klasemen akhir Grup E dengan koleksi enam poin. Rekor buruk Spartak pun berlanjut. Mereka mengalami 23 kekalahan dari 29 laga tandang terakhir Liga Champions. Menanggapi hasil buruk timnya, Pelatih Spartak Massimo Carrera menilai pasukannya belum memiliki mentalitas yang kuat ketika menghadapi laga-laga besar.

“Performa di lapangan menunjukkan bahwa kami kurang berkualitas. Kami belum mencapai level permainan di Liga Champions. Ini adalah kekalahan yang sulit diterima. Kami harus mengambil banyak pelajaran dari laga kontra Liverpool,” kata Carrera.

Alimansyah