Edisi 08-12-2017
3 Fondasi Tumbuh Kembang Anak


UNTUKmembangun keluarga sehat dan kuat, ada tiga elemen penting yang perlu diperhatikan, y akni cinta kasih, nutrisi, dan stimulasi gerak yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Ketiga hal ini diyakini merupakan fondasi tumbuh kembang anak.

Terkadang sebagai orang tua mungkin kita merasa jengkel lantaran baju anak sering basah akibat keringat atau kotor karena dia bermain. Alhasil sering kali orang tua meminta agar sang buah hati tidak banyak bergerak. Padahal, bergerak aktif merupakan indikasi anak sehat dan kebutuhan anak yang harus dipenuhi. Bukan sekadar menghibur, diungkapkan oleh dr Michael Triangto SpKO, aktivitas fisik nyatanya sangat penting bagi tumbuh kembang anak. “Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, juga mampu merangsang keterampilan motorik, perkembangan kognitif, dan kemampuan mengelola emosi,” ujarnya dalam acara “Susu Pertumbuhan Frisian Flag dan ‘Gerak 123’ Dukung Generasi Pintar, Kuat dan Tinggi” di Jakarta.

Ia menegaskan yang terpenting dalam aktivitas fisik anak pada usia ini adalah gerakan-gerakan yang tidak saja mampu menstimulasi pertumbuhan otot, juga aman dilakukan. “Misalnya, dalam ‘Gerak 123’ terdapat gerakan melompat dan berlari di tempat yang selain untuk kekuatan otot dan tulang, juga untuk latihan otak dan koordinasi fisik,” ujarnya. Bahkan, bila dilakukan bersama orang tua, ‘Gerak 123’ dapat lebih menguatkan hubungan emosional antara anak dan orang tua. Ya, dalam kesempatan itu Frisian Flag mengenalkan Gerak 123 guna memberikan stimulasi gerak bagi anak.

Menurut Marketing Director Frisian Flag Indonesia Felicia Julian, Frisian Flag Indonesia percaya bahwa paling tidak diperlukan tiga elemen penting untuk seorang anak dapat tumbuh pintar, kuat dan tinggi, yaitu kasih sayang orang tua, asupan nutrisi yang tepat, dan stimulasi gerak yang sesuai usia dan kebutuhan. “Inilah salah satu bentuk komitmen Frisian Flag Indonesia dalam mendukung lahirnya generasi Indonesia yang pintar, kuat, dan tinggi,” katanya. Sementara itu, dari sudut pandang psikologis, salah satu bentuk cinta kasih orang tua adalah memastikan buah hatinya tumbuh kembang secara optimal.

“Banyak hal yang dilakukan orang tua untuk hal itu, antara lain dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat dan menstimulasi anak-anak dengan gerak fisik yang sesuai usia dan kebutuhan,” papar psikolog keluarga Roslina Verauli MPsi Psi. Verauli menyebutkan bahwa ëGerak 123í juga mampu memiliki nilai tambah dalam aspek perkembangan anak. Menurutnya, aktivitas ‘Gerak 123’ yang dilakukan bersama orang tua, selain mampu memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, juga secara jangka panjang dapat membantu anak terhindar dari risiko sedentary lifestyle . “Ini adalah gaya hidup yang minim gerak fisik yang tentunya akan menghambat tumbuh kembang anak,” imbuh Verauli.

Ia juga mengungkapkan beberapa stimulasi kasih sayang yang bisa diterap - kan orang tua. Antara lain memuji, pujian dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Tapi jangan berlebihan. Berikan pujian sesuai pencapaian mereka. Sebaliknya hindari memberikan kritik karena dapat menurunkan semangat ataupun kepercayaan dirinya. Stimulasi kasih sayang lainnya adalah dengan memberikan pelukan kepada anak. Di samping membuat anak merasa nyaman, juga aman. Hal ini sama pentingnya dengan memberikan sentuhan. “Di kulit kita terdapat banyak sensor, makanya anak-anak butuh diusap atau dieluselus, yang nantinya akan berkorelasi pada perkembangan otak anak,” kata Verauli.

Secara nasional, Frisian Flag Indonesia juga melakukan ‘Pencarian Anak 123’ untuk menyosialisasikan ‘Gerak 123’ kepada masyarakat luas, selain bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, dan Palembang. Mulai November hingga Desember 2017, Frisian Flag Indonesia mengajak masyarakat umum untuk mendaftar melalui website dan media sosial hingga Februari 2018. “Kami berharap ‘Gerak 123’ melahirkan lebih banyak generasi Indonesia yang pintar, kuat, dan tinggi,” tutur Felicia.

Sri noviarni