Edisi 08-12-2017
Desainer yang Hobi Berbelanja


SEJAK duduk di bangku SMA, Peggy Hartanto sudah membulatkan tekad untuk menjadi seorang perancang busana.

Pernah tampil di Pekan Mode Australia, kini busana karyanya telah dikenal oleh sejumlah selebriti mancanegara. Gerai pakaian dengan label nama Peggy menjadi ambisinya ke depan. Ramah, bersahabat, dan murah senyum.

Itulah kesan yang didapat ketika berbincang dengan Peggy. Sosoknya yang penuh percaya diri dan memiliki segudang rencana masa depan tersirat dari ketegasan suaranya. "Fashion is my passion, karena sejak di SMA saya sudah ingin menjadi fashion designer.

Makanya saya kuliah di Australia. Sejak itu saya beruntung bisa mengenyam pengalaman kerja di Collette Dinnigan," tuturnya. Berani, elegan, dan minimalis. Ini definisi yang digambarkan Peggy tentang busana-busana karyanya.

Ketika ditanya mengenai asal-usul konsep busana rancangannya, desainer berusia 27 tahun ini tak menampik bahwa Australia, negeri tempatnya menimba ilmu, memiliki peranan besar. "Saya belajar mode di Australia, dan saya juga mengamati mode yang ada di Australia serta gaya hidup di sana.

Nuansanya santai, simp e l, dan minimalis. Dari situ terbentuk secara personal," ceritanya. Keputusan untuk menimba ilmu di Australia diambil Peggy bukan tanpa sebab. "Saya memilih sekolah fashion di Australia karena bisa dibilang lokasinya cukup dekat.

Selain itu, budayanya beraneka ragam. Ada orang dari Eropa, Jepang, jadi tinggal di Australia itu menurut saya sangat menarik karena gaya hidupnya sangat berbeda dengan di Indonesia. Australia memiliki faktor-faktor yang benar-benar saya inginkan untuk membentuk kepribadian saya sebagai seorang desainer berkarakter kuat," katanya.

Tak hanya soal karya, dalam urusan berbelanja, Peggy juga memiliki selera tersendiri, terutama dalam memilih busana yang akan ia kenakan. "Setiap wanita saya rasa senang berbelanja.

Buat mereka, berbelanja itu seperti vitamin yang bisa menambah semangat. Kalau untuk saya pribadi, belanja dan traveling menjadi suatu keharusan. Saat saya ingin berbelanja, saya juga bisa traveling. Saat traveling, saya juga bisa berbelanja," tuturnya.

Peggy mengaku, lebih suka berbelanja item fashion seperti busana, sepatu, dan tas. Desainer bertubuh mungil ini ternyata memiliki selera yang simpel namun tetap terlihat anggun saat dikenakan. "Saya lebih senang busana berpotongan mini yang simpel, tapi tetap mampu memancarkan kesan anggun dan elegan.

Karena badan saya mungil, jadi saya lebih senang busana berpotongan midi," katanya. Peggy pun mengaku lebih senang berbelanja di luar negeri sekaligus mencari inspirasi untuk karya busana rancangannya. "Saya lebih senang berbelanja di luar negeri karena item fashion -nya lebih menarik. Untuk budget, saya tidak pernah membatasi dana berbelanja," tutur Peggy.

aprilia s andyna