Edisi 08-12-2017
Hadirkan 450 Clothing Line


FESTIVAL musik yang dipadu pesta belanja pakaian, JakCloth, kembali digelar dengan tema JakCloth Year End Sale 2017 (JakCloth Yes ).

Festival ini dihelat pada 6-10 Desember 2017 di Gambir Expo, Area PRJ Kemayoran, Jakarta. Hadir sejak 2009, JakCloth telah mengalami banyak perubahan, terutama pada konsep acara.

Sesuai namanya, JakCloth atau Jakarta Clothing menjadi ajang tahunan yang memadukan fashion dengan musik, di dalamnya selalu menghadirkan berbagai stan yang menyuguhkan produkproduk berkualitas dari berbagai clothing line asal Indonesia.

JakCloth kali ini menghadirkan sekitar 450 brand clothing dengan beragam pilihan produk terbaik sesuai kebutuhan pengunjung, mulai tas, kemeja, jaket, celana, tas, topi, aksesori, hingga produk pendukung yang berhubungan dengan fashion.

Di pergelaran awal JakCloth, musik hanyalah penghibur atau penambah meriah acara. Sambil belanja, konsumen dihibur dengan sajian musik. Namun, belum ada musikus besar di situ. Barulah di JakCloth tahun berikutnya panitia lebih serius menggarap lahan soal musik. Para musikus terkenal dihadirkan.

Acara yang diselenggarakan oleh promotor Lian Mipro ini semakin ramai dan terkenal. Hanya, mulai 2018, JakCloth dipastikan berlangsung tanpa suguhan musik. Hal tersebut disampaikan CEO Lian Mipro Ucok Nasution dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

"2017 menjadi akhir panggung musik di JakCloth. Tahun depan sudah bukan seperti ini konsepnya, jadi tidak ada panggung musik. Hanya fokus pada belanja berbagai brand fashion," kata Ucok.

Menurut Ucok, pihaknya meniadakan musik karena ingin JakCloth fokus pada bisnis clothing line dan memberi ruang lebih kepada para pelaku bisnis clothing line. "Zaman sekarang clothing sudah mendominasi. Dulu kan memperkenalkan pakaian lewat band.

Sekarang band malah yang diperkenalkan oleh clothing. Inilah akhir musik JakCloth sepanjang 2009 hingga 2017. Sebelumnya kami buat voting di media sosial di mana ada dua pilihan, dan rupanya sekitar 60% lebih memilih membeli tiket masuk JakCloth bisa untuk menikmati makan gratis ketimbang suguhan musik," papar Ucok.

thomasmanggalla