Edisi 08-12-2017
73 Pemuda dari Berbagai Provinsi Sukses Jelajahi Indonesia


BLITAR – Tiga menteri menyambut hadirnya 73 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia dalam puncak Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017 di Alun alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kemarin.

Kehadiran Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya sekaligus menjadi penutup KPN yang berlangsung 5-7 Desember 2017.

“Ketika berangkat, wajah peserta inti kirab pemuda nusantara ini klimis. Rambutnya juga klimis. Tapi setelah mengelilingi Indonesia selama 72 hari mereka telah berubah. Wajahnya tidak karu-karuan ini,” gurau Imam Nahrawi dalam sambutannya, kemarin.

Para pemuda-pemudi dari berbagai provinsi di Indonesia yang mengikuti KPN ini merupakan pelajar dari berbagai suku, agama, dan ras yang berbeda. “Awalnya 72 pemuda pemudi. Kemudian saat saya membuka langsung di zona dua Pulau Rote, ditambah satu orang pemuda,” terang Nahrawi.

Sebanyak 73 pemuda ini baru saja menuntaskan penjelajahan napak tilas kebangsaan. Selama 72 hari menyinggahi 34 kabupaten/kota di Indonesia. Tim pertama memulai dari Miangas, Sulawesi Utara.

Dalam waktu yang sama, tim dua memulai langkah dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sekaligus melintasi Merauke. Mereka mengibarkan bendera merah putih dan Pattaka atau panji pemuda.

Tepat hari ke-72, kedua tim bertemu di Candi Simping, Kabupaten Blitar atau tempat perabuan jenazah Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Meski penampilan tidak lagi klimis, Nahrawi mengaku melihat senyum, semangat dan kekuatan hati 73 pemuda untuk kebhinekaan Indonesia.

Karenanya, dia mengungkapkan kebanggaannya. “Bahwa Bhineka tunggal Ika itu fakta. Bhineka tunggal Ika itu takdir dan benar- benar ada. Karenanya, mereka akan mengawal sampai kapanpun,” ungkap Nahrawi. Menko PMK Puan Maharani mengatakan, jumlah pemuda Indonesia saat ini 65 juta atau 25% dari jumlah penduduk.

Sebagai generasi masa depan penerus peradaban, pemuda berperan strategis mendorong kemajuan bangsa. “Pemuda hebat harus memiliki kesiapan mental, spiritual, berpengetahuan, dan berketerampilan agar mampu menghadapi persaingan global dan membawa kemajuan,” ujar Puan.

“Saya mengundang para pemuda untuk ikut menjadi agen pembangunan, berperan aktif dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai sistem sosial budaya,” tambahnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, Blitar sebagai bumi Bung Karno. Daerah yang memberikan inspirasi kemerdekaan Indonesia. “Ini (di Blitar) merupakan puncak memahami Indonesia. Dan cucunya Bung Karno, yakni Bu Puan telah hadir disini,” ujarnya.

solichan arif