Edisi 20-12-2017
KPK Dapat Tambahan Bukti dari CPIB dan SFO


JAKARTA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kem ba li me lanjutkan penyidikan ka sus du gaan suap pengadaan pesawat Airbus SAS sebanyak 50 buah dan 11 mesin Rolls Roy ce Hold ing Plc pada Garuda Indonesia setelah lama terhenti.

Langkah itu dilakukan setelah lembaga antirasuah tersebut mendapat tambahan buk ti baru dari The Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura dan Serious Fraud Office ( SFO) Inggris. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam dua pekan ini penyidik melanjutkan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Air bus SAS sebanyak 50 buah dan 11 mesin Rolls Royce Holding Plc pada Garuda Indonesia ku run 2005-2014 dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Dia mengakui sebelum itu me mang sempat vakum selama beberapa pekan. Pemeriksaan dilanjutkan karena ada buk ti baru dari CPIB dan SFO. ”Se belumnya penyidik mempelajari dokumen-dokumen yang didapatkan dari penyitaan ataupun pertukaran i nformasi yang kita lakukan dengan oto ritas Singapura dan Inggris,” ungkap Febri di Gedung Me rah Putih KPK, Jakarta, tadi malam.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Pertama,Emirsyah Satar selaku direktur utama Garuda Indonesia 2005- 2014 sebagai tersangka penerima suap. Kedua, Soetikno Soedarjo selaku Beneficial Own er Con naught Internatio nal Pte Ltd yang juga pendiri Mu gi Rekso Abadi (MRA) Group sebagai tersangka pemberi suap.

Nilai suap yang diterima Emir syah dalam bentuk euro 1,2 juta dan USD180.000 atau se tara Rp20 miliar dan berbentuk barang senilai USD2 juta (se tara Rp26 miliar) yang ter sebar di Singapura dan Indonesia. Febri me nambahkan, un tuk peme rik saan selama dua pe kan ini ada beberapa saksi yang di periksa. Di antaranya pe gawai Mugi Rekso Abadi (MRA) Group, Sallyawati Rahardja (dua kali dalam dua hari berbeda).

Pada pemeriksaan Se lasa (19/12), penyidik memeriksa pegawai MRA Group Titi Wahyuni. Selepas pemeriksaan pada Ka mis (14/12), Sallyawati Rahar dja tidak mau berkomentar ba nyak tentang materi pemeriksaan. ”Tanya penyidik saja,” ujar Sallyawati.

sabir laluhu

Berita Lainnya...