Edisi 20-12-2017
Miliarder Palestina Sabih al-Masri Kembali ke Yordania


AMMAN – Miliarder Palestina Sabih al-Masri kembali ke Amman, kemarin, setelah dibebaskan di Arab Saudi saat dia sepakat membayar uang jaminan.

Sabih ditahan untuk diinterogasi otoritas Arab Saudi pada pekan lalu karena dituduh terkait mitra bisnis Saudi yang ditahan dalam kasus korupsi bulan lalu. Saudi telah menangkap sejumlah menteri, pejabat, dan anggota kerajaan dalam upaya pemberantasan korupsi di negara itu.

Sabih merupakan pengusaha paling berpengaruh di Yordania dan Chairman Arab Bank. Dia ditahan beberapa saat sebelum meninggalkan Arab Saudi setelah memimpin rapat di perusahaan Arab Saudi miliknya. “Dia di rumahnya sekarang di Amman,” kata sumber keluarga Sabih pada kantor berita Reuters, kemarin.

Sabih menjelaskan saat masih di rumahnya di Riyadh pada akhir pekan lalu bahwa otoritas Arab Saudi telah memperlakukannya dengan hormat. Pejabat Arab Saudi tidak berkomentar tentang penahanannya.

Otoritas Yordania secara privat menjelaskan, Raja Abdullah mengintervensi untuk pembebasan Sabih. Sumber keluarga Sabih menjelaskan, dia dibebaskan setelah sepakat membayar uang jaminan dalam jumlah tertentu. Tidak dijelaskan berapa banyak dana yang dibayarkan sebagai jaminan.

“Tidak mungkin Sabih dibebaskan tanpa menyepakati sesuatu. Saudi menjelaskan pada semua orang siapa yang menghasilkan uang dalam jumlah besar, mereka harus membayarkan kembali sebagian kekayaan itu,” papar sumber keluarga Sabih.

Sumber lain menyatakan, Riyadh menyatakan uang jaminan itu bukan pemerasan, tapi kewajiban membayar kembali uang yang secara ilegal diambil dari negara itu selama beberapa dekade.

Otoritas Arab Saudi telah berhasil mencapai kesepakatan keuangan dengan puluhan anggota keluarga kerajaan, pejabat senior, dan pebisnis kaya dalam proses pemberantasan korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Sebanyak 200 orang telah diperiksa dalam kasus korupsi. Otoritas Arab Saudi memperkirakan mereka dapat memperoleh sekitar USD100 miliar dana yang diambil secara ilegal.

Saudi juga telah bekerja dalam membuat kesepakatan dengan para tersangka yang ditahan di hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh. Otoritas meminta mereka menyerahkan aset-aset dan uang tunai dengan imbalan kebebasan mereka.

syarifudin

Berita Lainnya...