Edisi 20-12-2017
Musthofa Raih Leadership Award 2017


JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolomenilai, BupatiKudusDrH Musthofa adalah sosok yang tepat disebut sebagai Bapak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi karena dinilai mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat melalui UMKM di Kudus.

“Kepala daerah yang berprestasi seperti ini harus terus ditingkatkan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Tjahjo ketika memberikan sambutan pada Innovative Government Award dan Leadership Award 2017 diHotel Sahid Jakarta, Senin (18/12). Penghargaan ini diberikan kepada 23 daerah (3 pemprov, 10 pemkab, dan 10 pemkot) dengan inovasi terbaik dan 24 daerah (5 gubernur, 7 wali kota, serta 12 bupati) dengan kepemimpinan terbaik.

Mendagri mengaku bangga dengan banyaknya kepala daerah yang inovatif dan memiliki kepemimpinan terbaik. Penilaian ini salah satunya berdasarkan kinerja dan pemenuhan janji saat kampanye kepada daerah.

Meski demikian, Tjahjo mengaku baru ada 30% kepala daerah wajah baru yang menunjukkan prestasi. “Sebagian besar masih didominasi kepala daerah sosok lama yang sudah sering meraih prestasi. Salah satunya Bupati Kudus,” papar Mendagri. Bupati Kudus adalah salah satu bupati terbaik dan terpilih untuk meraih Leadership Award 2017.

Penilaiannya adalah keberhasilan membangun daerah dan mampu membuat kebijakan untuk kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat, termasuk dalam hal inovasi. Mendagri terus mendorong adanya kreativitas kepala daerah untuk berinovasi dan menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat di tengah era teknologi yang kini serba-online.

“Silakan berinovasi apa pun. Kepala daerah jangan malu mengadopsi dari daerah lain,” pesannya. Kriteria lain Leadership Award adalah mampu memajukan daerahnya sesuai harapan masyarakat dan menciptakan pemerintahan yang bersih. Juga, pengalaman dan penghargaan dalam memimpin daerah, tidak terkena masalah, dan monitoring media.

Penilaian ini tidak dilakukan oleh Kemendagri, melainkan oleh guru besar, peneliti LIPI, profesional, serta mempertimbangkan media yang diketuai oleh Prof Dr R Siti Zuhro MA. Seluruh proses pun dilakukan secara ketat dan profesional.

Bupati Kudus yang menerima penghargaan ini secara langsung dari Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, yang terpenting dari raihan ini adalah untuk pelayanan masyarakat. Hal ini tentu akan menjadi motivasi tersendiri dalam meningkatkan pelayanan, bukan akhir sebuah capaian.

Kepala daerah dua periode ini menilai, keberhasilannya memimpin Kudus bukan sekadar prestasinya seorang diri, tetapi berkat kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kudus. Karena pada prinsipnya, kepala daerah hanya menjadi manajer untuk melayani dan memenuhi harapan masyarakat.

“Ibarat sebuah orkestra, saya ini sebagai dirigen,” kata Bupati yang bergelar Doktor Ilmu Sosial ini. Menyinggung tentang UMKM, cita-cita Bupati yang menciptakan kebaruan Fleksibilitas Relasional Akulturatif (FRA) ini ingin agar UMKM Kudus bisa menasional dan menguasai dunia.

Ini butuh kepiawaian seorang kepala daerah. Bagaimana sebuah usaha bisa semakin maju manakala ada keluwesandantidakkaku. Selain itu, harus ada hubungan baik jangka panjang dan menghargai budaya, termasuk budaya lain sebagai kombinasi dalam sebuah produk.

“Jika bisa mengolaborasikan FRA ini dengan baik, UMKM bisa maju dan naik kelas,” kata Bupati yang telah banyak menerima penghargaan bidang ekonomi dan marketing ini.

muh fauzi


Berita Lainnya...