Edisi 20-12-2017
Imigrasi Soetta Tolak 562 WNA Masuk ke Indonesia


TANGERANG - Sebanyak 562 warga negara asing (WNA) ditolak masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Banten, selama periode tahun 2017.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta Enang Syamsi mengatakan, seluruh WNA yang ditolak masuk ke Indonesia itu merupakan akumulasi mulai dari Januari hingga 18 Desember 2017. “Angka ini mengalami penurunan dari 2016 yang mencapai 719 WNA,” kata Enang, kemarin.

Penolakan itu dilakukan karena beberapa faktor, mulai dari pemalsuan dokumen diri, paspor palsu, terlibat perdagangan manusia, cyber crime , dan masuk daftar pencarian orang (DPO) di negaranya masing-masing. “Kami melakukan kerja sama dengan banyak pihak dalam menangkal WNA yang masuk ke Indonesia ini, mulai dari Interpol, dan negara-negara WNA itu,” katanya.

Dari 562 WNA yang ditolak masuk ke Indonesia, kata Enang, sebanyak 185 orang berasal dari Bangladesh, 68 orang dari China, 62 orang asal India, 26 dari Maroko, dan 26 orang lainnya dari Pakistan. “Alasan penolakan karena masalah keimigrasian, masuk daftar cekal, menggunakan paspor dan visa palsu, tidak memiliki visa RI hingga mengganggu ketertiban umum,” sebutnya.

Untuk kasus perdagangan manusia yang sedang marak, Enang mengaku pada tahun ini ada modus yang sedang menjadi tren para broker, yakni menukar boarding pass . “Misalnya ada orang Malaysia beli tiket ke Eropa dan orang Sri Lanka beli tiket ke Malaysia, lalu mereka saling bertukar,” ungkap Enang.

Menurut dia, penyelundupan manusia itu akan selalu ada. Terakhir, pihak Imigrasi Bandara Soetta berhasil menggagalkan perdagangan manusia yang akan dijadikan budak ke Benua Eropa. “Dari yang kami tangani terkait dengan perdagangan orang, sudah P21.

Memang dampak dari pemberitaan yang kami ekspose sampai Eropa karena memang sasarannya Eropa,” sebutnya. Dia menyebutkan, WNA yang dijual sebagai budak ke Eropa kebanyakan berasal dari India dan Bangladesh. Sementara untuk WNI, lebih banyak ke Arab Saudi dan Malaysia.

Hal itu dipicu karena faktor ekonomi. Kabid Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Bandara Soetta Barron Ichsan mengatakan telah mengamankan lima WNA dari India, Lesotho, Bangladesh, dan Nigeria karena masalah imigrasi. Kelimanya diketahui berinisial AN dan RV dari India, NAM dari Lesotho, MG dari Bangladesh, dan BCC dari Nigeria.

Saat ini, kelima WNA itu masih dalam proses penyelidikan imigrasi. “Pelaku asal India ditangkap di kawasan Cengkareng. Dia mengaku bekerja di perusahaan sepatu.

Tetapi, saat dilakukan pengecekan ke perusahaan itu, tidak ada warga negara asingnya,” ungkapnya. Saat dilakukan pemeriksaan, kedua pelaku hanya memiliki Kitasdanpasporpalsu. Mereka juga mengaku baru empat bulan tinggal di Indonesia.

“Pelaku lainnya, rata-rata ditangkap di bandara saat akan pulang ke negara asalnya. Mereka diamankan karena overstay . Lewat dari 60 hari dan bisa kena tindakan administrasi imigrasi,” sebutnya.

hasan kurniawan


Berita Lainnya...