Edisi 20-12-2017
Indonesia Tuan Rumah Napak Tilas Magelhaens


JAKARTA – Indonesia akan mencatatkan sejarah sebagai negara tuan rumah ekspedisi laut terbesar di dunia, yakni Napak Tilas Perjalanan Magelhaens, 2019-2021.

Kota Tidore, Maluku Utara, akan menjadi pemberhentian terakhir ekspedisi itu pada 2021. Direktur Jenderal (Dirjen) KebudayaanKementerianPendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menilai, kegiatan napak tilas penjelajah asal Portugis ini sangat cocok dengan visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Karena itu, dia sangat mendukung penyelenggaraan event dunia yang digagas dan dirancang Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) dan Pemerintah Kota Tidore tersebut. Menurut Hilmar, dengan kegiatan Napak Tilas Magelhaens itu, keinginan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini bukan sebatas infrastruktur, tapi juga diikat melalui cerita sejarah yang luar biasa.

“500 tahun lalu itu Indonesia sudah menjadi pusat kegiatan rempah. Sejarah ini sangat penting untuk diangkat kembali, dan ini juga akan meneguhkan posisi Indonesia bahwa jalan yang dipilih untuk fokus kepada pengembangan kegiatan maritim ini sudah tepat karena punya latar belakang historis yang sangat kuat,” ucap Hilmar seusai penandatanganan MOU Kegiatan Napak Tilas Magelhaens antara KSBN dan Pemerintah Kota Tidore di Jakarta kemarin.

Karena itu, Hilmar menegaskan, pemerintah akan berdiri penuh di belakang kegiatan yang akan diikuti 17 negara tersebut. Dia siap memfasilitasi kegiatan tersebut, termasuk menggunakan jalur diplomatik dengan negara-negara peserta demi memuluskan kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Umum KSBN Hendardji Soepandji mengatakan, gagasan penyelenggaraan Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens ini muncul karena kekuatan sejarah tentang Indonesia. Terutama, menyangkut jalur rempah-rempah yang sejak dulu diburu para penjelajah Eropa, terutama Portugis dan Spanyol.

“Dulu ekspedisi itu juga tak lepas dari perjanjian Tordesillas pada 1494 yang dibuat Vatikan guna meredam konflik. Dalam perjanjian itu, wilayah Timur diberikan kepada Portugis, sementara sebelah barat menjadi bagian Spanyol,” ujar Hendardji di sela-sela Rakernas KSBN kemarin.

binti mufarida

Berita Lainnya...