Edisi 13-01-2018
Malaysia Tangkap 10 WNI Diduga Terlibat Pembunuhan


JAKARTA – Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI), dua di antaranya perempuan, ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dalam proses penyelidikan kasus pembunuhan warga Malaysia yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Penangkapan yang dilakukan dini hari kemarin itu dibenarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. “Ya betul, ada 10 WNI yang ditangkap PDRM. Penangkapan tersebut terkait dengan satu warga negara Malaysia yang terbunuh dan satu WNI yang luka berat,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNIBHI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, kemarin.

Iqbal sejauh ini tidak bisa memberikan informasi lebih banyak karena otoritas berwenang Malaysia masih fokus menyelidiki dan mencari pelaku. Meski demikian, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur akan terus berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk memonitor kasus ini.

Menurut Kepala Kepolisian Shah Alam, Asisten Komisioner Shafien Mamat, kesepuluh WNI itu berusia 24- 34 tahun. Mereka diciduk dalam operasi razia di sekitar wilayah Shah Alam. “Semuanya merupakan warga Indonesia. Kami yakin penangkapan ini akan menuntun kami kepada tersangka utama,” imbuh Shafien.

Berdasarkan penyelidikan awal, empat tersangka utama diyakini berusia sekitar 30 tahun. Meski kasus ini bermotifkan konflik pribadi, penyelidikan akan tetap dilakukan secara menyeluruh. Sebelumnya seorang pria penjual kosmetik dilaporkan tewas dibunuh di pasar malam Shah Alam, Selangor, Malaysia, pada Jumat (5/1).

Korban diketahui bernama Mohd Nor Syazrin, 29, asal Kupang, Kedah. Se-belum peristiwa itu terjadi, Nor sedang berjualan di toko kosmetiknya di Pasar Malam Sri Muda Distrik 25, Shah Alam. Saat itu Nor, yang ditemani seorang perempuan dan dua karyawannya, tibatiba diserang gerombolan empat pria asing hingga tewas di tempat.

Jasad Nor ditemukan dan diinspeksi tim kepolisian sekitar pukul 21.05 waktu setempat setelah dilaporkan seorang warga. Shafien mengatakan, Nor mengalami luka di leher dan tubuh. Seorang karyawan Nor asal Indonesia yang tidak diketahui identitasnya juga turut menjadi korban luka-luka dalam kasus tersebut.

muh shamil