Edisi 13-01-2018
Senior Golkar Tepis Klaim Kubu Bambang Soesatyo


JAKARTA – Politikus senior Partai Golkar Fadel Muhammad dan Agung Laksono menepis klaim terkait penunjukan Bambang Soesatyo sebagai ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang telah mengundurkan diri.

Menurut mereka, apa yang disampaikan Ahmadi Noor Supit bahwa Bambang Soesatyo telah ditunjuk oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto hanyalah pendapat pribadi yang merepresentasikan kepentingan kubu atau faksinya di Golkar.

“Siapa Ahmad Noor Supit? Dia itu siapa? Ya kan dia itu bukan apaapa, dia itu bukan ketua umum kan? Yang menentukan itu Ketua Umum, jadi tolong ya bilang ke teman-teman itu, kita tunggu,” kata Fadel di Jakarta kemarin.

Fadel mengungkapkan, posisi ketua DPR merupakan mitra presiden. Selain menjadi kewenangan ketua umum, posisi ketua DPR juga perlu dikonsultasikan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jadi, tidak benar adanya klaim seolah nama-nama yang akan diusulkan menjadi ketua DPR sudah mengerucut ke satu nama, yakni Bambang Soesatyo.

Sejauh ini ada beberapa usulan nama yang merepresentasikan kalangan muda dan senior. Di kalangan kader muda memang ada nama Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali. Kemudian dari kader senior, Fadel mengaku dia juga termasuk yang diusulkan.

“Itu kan dia (Airlangga Hartarto) bilang ada beberapa nama yang diusulkan. Nama senior maupun muda. Tapi di kantongnya sudah ada. Cuma kan si Supit ini gengnya Bambang, jadi mereka mau fait accompli saja,” bantahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, politikus Golkar yang juga anggota Komisi XI DPR Ahmadi Noor Supit menyatakan, rapat Fraksi Golkar yang dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto telah memutuskan menunjuk Bambang Soesatyo mengisi posisi ketua DPR, menggantikan Setya Novanto.

Dalam rapat tersebut ada kesepakatan dan suara bulat untuk menunjuk Bambang Soesatyo sebagai ketua DPR. Namun, semua itu masih menunggu keputusan rapat pleno DPP Golkar. Dia menambahkan, rapat pleno DPP Golkar akan segera digelar setelah fokus dan konsentrasi pendaftaran pilkada selesai.

“Sudah fixed namanya BS (Bambang Soesatyo). Tunggu pleno di DPP. Kan harus tertib juga. Secara nonformal semua calon (ketua DPR) dan anggota fraksi sudah memberikan selamat dan foto bersama BS. Itu sinyal kuat,” ucap Ahmadi.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, apa yang disampaikan Supit bahwa rapat fraksi telah berkeputusan menunjuk Bambang Soesatyo itu logikanya terbalik. Sebab, kata Agung, fraksi sebagai kepanjangan tangan DPP bukan kewenangannya menentukan posisi ketua DPR.

“Ketua DPR harus ditentukan melalui rapat pleno DPP, dan itu belum dilakukan. Saya kira Pak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum tahu betul bahwa fraksi adalah kepanjangan tangan dari kebijakan DPP.

Fraksi adalah pelaksana kebijakan dari DPP Partai. Jadi tidak dibalik, jangan dibalik, termasuk di dalamnya penetapan ketua DPR, itu adalah kewenangan DPP Partai Golkar,” ujarnya. Jadi, kata Agung, apa yang disampaikan Supit hanya suara pribadi.

rahmat sahid