Edisi 13-01-2018
Gudang Pengoplos Gas 3 Kg Digerebek


TANGERANG – Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang pengoplos gas bersubsidi 3 kg beromzet ratusan juta di kawasan pergudangan, Kaveling DPR, Kelurahan Nerogtog,Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, kemarin.

Akibat penimbunan dan pengoplosan ini, gas 3 kg di Jakarta dan Tangerang menjadi langka . Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya menyita 4.200 tabung gas 3 kg; 396 tabung gas 12 kg, dan 110 tabung gas 50 kg. Termasuk menangkap pemilik gudang, bernama Frangki, 30.

“Frangki langsung kami tetapkan sebagai tersangka. Dia merupakan pemilik sekaligus pengelola ,” kata Setyo . Polisi juga mengamankan tiga orang lainnya, yakni A, T, dan S. Ketiga orang ini yang membantu Frangki mendapatkan tabung gas 3 kg dari seluruh agen di Jabodetabek, lalu dioplos ke tabung 12 kg dan dijual ke pasaran.

“Tersangka membeli gas 3 kg dengan harga di atas harga pasar dari para pengecer. Jika harga jual tabung gas 3 kg seharga Rp17.000, tersangka berani membeli dengan harga Rp21.000. Jadi, para pengecer lebih tertarik untuk menjual gas 3 kg kepada tersangka, daripada menjualnya langsung ke pasaran,” katanya. Selanjutnya, tabung gas itu disuntik ke tabung gas 12 kg dan 50 kg dengan menggunakan selang.

Selanjutnya, tabung gas 12 kg itu dijual murah, seharga Rp125.000-130.000. “Harga jual tabung gas 12 kg ini jauh lebih murah dari harga pasaran yang bisa mencapai Rp160.000. Jadi, terdapat selisih Rp30.000 dari harga pasaran.

Sementara tabung gas 50 kg dijual dengan harga Rp450.000, jauh lebih murah dari harga pasarannya yang Rp550.000 Selisihnya sangat besar Rp100.000,” jelasnya. Dalam sehari, tersangka bisa membeli 5.000 tabung gas 3 kg untuk disuntikkan ke dalam tabung gas berukuran besar tersebut.

Omzet penjualan tersangka dari gas oplosan ini mencapai Rp25 juta per hari atau Rp600 juta sebulan . Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menambahkan, awal pengungkapan gudang penimbunan dan pengoplosan gas bersubsidi ini berawal dari langkanya gas 3 kg di wilayah Tangerang, Jakarta, dan seputar Banten.

“Dari hasil pengecekan di Pertamina, distribusi normal, tapi di tingkat penjualan terjadi kelangkaan,” sambung Agung Setya. Unit Manager Communication & CSR MOR III Dian Hapsari Firasati mengapresiasi penggerebekan gudang penimbunan dan pengoplosan gas 3 kg di kawasan pergudangan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan gas di pasaran.

“Adanya penyalahgunaan ini, tentu membuat masyarakat tidak mampu menjadi kesulitan. Di sisi lain, negara juga merugi, karena mengeluarkan subsidi,” sambung Dian

hasan kurniawan