Edisi 13-01-2018
Lembaga Penjamin Simpanan Tahan Tingkat Bunga Penjaminan


JAKARTA- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan rupiah di bank perkreditan rakyat tidak mengalami perubahan atau tetap.

Untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR tetap di level masing-masing 5,75% dan 8,25%. Sementara tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam valas di bank umum tetap di level 0,75%. Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, tingkat bunga penjaminan ditetapkan tidak mengalami perubahan didasarkan pada kondisi perbankan dan ekonomi yang kondusif serta stabil.

Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode Selasa (16/1) sampai dengan 14 Mei 2018. ”Untuk kondisi perbankan, tercermin dari tren suku bunga simpanan yang menurun, tapi mulai melandai serta kondisi likuiditas terjaga,” kata Halim di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, sepanjang periode pengamatan pada evaluasi Januari 2018 komponen suku bunga pasar (SBP) untuk rupiah menunjukkan pergerakan yang stabil pada level 5,21%. Sementara SBP valas pada periode yang sama menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 2 bps (0,57%).

Adapun LDR bank umum mengalami sedikit kenaikan dari 89,1% pada Oktober 2017, ke 89,35% pada November 2017. ”Hal ini disebabkan laju pertumbuhan DPK yang melambat lebih besar dari laju pertumbuhan kredit,” paparnya. Tercatat, pertumbuhan kredit turun dari 8,26% pada Oktober menjadi 7,68% pada November.

Pada periode yang sama, pertumbuhan DPK juga melambat dari 10,92% ke 9,86%. Halim melanjutkan, sampai dengan November 2017 cakupan penjaminan LPS masih memadai, di mana tercatat sebesar 99,90% dari total rekening simpanan dan sebesar 52,36% dari total nominal simpanan di perbankan.

Adapun risiko likuiditas diperkirakan cenderung netral pada periode tersebut. Menurut Halim, kenaikan Fed rate pada Desember lalu dan kemungkinan kenaikan lanjutan pada Maret 2018 menjadi down side risk faktor bagi pergerakan arus modal dan perkembanganlikuiditasdidalamnegeri.

Di sisi lain, lanjut dia, kebijakan moneter yang longgar dan pertumbuhan kredit yang masih rendah mengurangi risiko likuiditas dalam jangka pendek. Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menuturkan, kondisi ekonomi juga cenderung kondusif dan stabil.

Tekanan inflasi mengalami peningkatan pada akhir 2017, di mananaikdari3,3% padaNovember 2017 menjadi 3,61% pada Desember 2017. ”Kenaikan harga di kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi merupakan faktor terpenting yang mendorong peningkatan inflasi pada Desemberlalu,” ungkapFauzi.

kunthi fahmar sandy

Berita Lainnya...