Edisi 13-01-2018
Pertaruhan Zidane


MADRID– Duel Real Madrid kontra Villarreal dalam lanjutan Primera Liga di Santiago Bernabeu, nanti malam, menjadi laga pertaruhan Zinedine Zidane.

Pelatih berpaspor Prancis itu harus memberikan tiga poin untuk Madrid jika tidak ingin kariernya berakhir. Masa depan Zidane kian tidak menentu seiring menurunnya grafik Madrid.

Dalam dua pertandingan terakhir di semua kompetisi, Los Blancos tersebut hanya mampu meraih dua hasil imbang, yakni 2-2 melawan Celta de Vigo di Primera Liga, Senin (8/11), dan 2-2 kontra Numancia leg kedua 16 besar Copa del Rey pada Kamis (11/1). Dampak yang paling besar jelas pada Primera Liga.

Madrid tercecer dari persaingan gelar. Mereka terpaku di peringkat 4 klasemen sementara dengan 32 poin. Cristiano Ronaldo dkk tertinggal 16 poin dari pemuncak singgasana, Barcelona. Kendati masih berpeluang pada Liga Champions dan Copa del Rey, tertinggal di Primera Liga tentu tidak bisa ditoleransi.

Noda Zidane semakin pekat lantaran takluk 0-3 dari Barcelona di pentas el clasico, Sabtu (23/12). Akibatnya, berbagai spekulasi pun berkembang. Media-media Spanyol mengabarkan bahwa presiden Florentino Perez sedang mempertimbangkan pengganti Zidane. Madrid disinyalir sedang mendekati pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew.

Walaupun Loew masih terikat kontrak bersama asosiasi sepak bola Jerman (DFB) hingga 2020, Madrid berharap bisa mencapai kesepakatan dengan DFB untuk memboyong Loew setidaknya seusai perhelatan Piala Dunia 2018. Kesuksesan Der Panzer menjuarai Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017 di bawah komando Loew jelas membuat Madrid tertarik.

Selain Loew, Madrid juga mengincar pelatih Tottenham Hostpur, Mauricio Pochettino. Situasi genting membuat Zidane tidak memiliki pilihan selain membuktikan dirinya masih layak menangani Madrid. Dia harus membawa Los Blancos kembali ke jalur kemenangan.

Laga kontra Villarreal wajib dimaksimalkan. Namun, hal tersebut tidak membuat Zidane tertekan. Juru taktik asal Prancis itu enggan memikirkan kontraknya. Dia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah bekerja untuk Madrid dan mencoba meraih hasil bagus pada setiap pertandingan.

”Saya hanya melewati pertandingan ke pertandingan, tahun demi tahun. Saya tidak berpikir apa yang akan terjadi dua atau tiga tahun ke depan. Saya tahu situasinya. Bahkan, kontrak yang saya miliki tidak berarti apa-apa,” kata Zidane, dilansir Soccerway.

Mengenai merosotnya kinerja Madrid, Zidane mengatakan bahwa timnya memiliki kualitas yang diperlukan guna keluar dari situasi sulit, terutama pada Primera Liga. ”Kami selalu mendapatkan kritik, tapi kami akan mencoba keluar dari periode buruk. Hasil imbang bukanlah hasil yang bagus. Kami hanya perlu melakukan pekerjaan kami dengan cara positif.

Kami akan meraih hasil dari kerja keras yang selama ini kami lakukan,” kata Zidane, dilansir realmadrid.com. Kepercayaan diri Madrid semakin besar lantaran didukung statistik. Tercatat, Mereka belum terkalahkan pada tiga pertemuan terakhir kontra Villarreal pada Primera Liga (2 kemenangan dan 1 imbang).

Madrid kemungkinan bakal turun dengan pemainpemain andalannya. Gareth Bale yang tampil gemilang melawan Celta menjadi suntikan tenaga di lini depan bersama CR7dan Isco. Sementara di sektor pertahanan, absennya Sergio Ramos membuat Raphael Varane akan berduet dengan Nacho.

Di kubu lawan, Villarreal datang ke Santiago Bernabeu dengan tidak terkalahkan pada dua laga terakhir semua kompetisi. Pasukan Javier Calleja bertekad mencuri poin guna mempertahankan mereka di Zona Eropa.

alimansyah





Berita Lainnya...