Edisi 13-01-2018
KTNA Minta Realisasi Pupuk Subsidi Minimal 70%


SIMALUNGUN - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun berharap pemerintah bisa merealisasikan kebutuhan pupuk bersubsidi minimal 70% dari usulan kebutuhan yang diajukan Pemkab Simalungun untuk 2018.

Ketua KTNA Kabupaten Simalungun Moses Pasaribu kepada KORAN SINDO, Jumat (12/1), mengatakan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan realisasi kebutuhan pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah setiap tahunnya yang sangat jauh dari kebutuhan petani.

”Pengalaman dari tahuntahun sebelumnya, pemerintah hanya merealisasikan kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Simalungun antara 25% hingga 30% dari yang diusulkan Pemkab Simalungun. Akibatnya, menyulitkan petani memenuhi kebutuhan pupuk subsidi,” ujar Moses.

Minimnya realisasi pasokan pupuk subsidi setiap tahunnya membuat petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang mahal, untuk menghindari terganggunya proses produksi tanaman. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Simalungun Jan Posman Purba mengakui, setiap tahunnya realisasi pupuk subsidi untuk alokasi Kabupaten Simalungun jauh dari yang diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

”Realisasi kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Simalungun memang setiap tahunnya jauh dari kebutuhan sehingga menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan petani,” ujar Jan.

Dia menambahkan, ratarata hampir setiap tahun pihaknya mengusulkan kebutuhan pupuk subsidi jenis urea, SP36, ZA, NPK phonska, dan organik sekitar 500 ton. Namun, realisasinya hanya antara 75 ton hingga 80 ton.

rickyhutapea