Edisi 13-01-2018
Kelas IV SD Meninggal usai Diberi Vaksin Difteri


KARAWANG – Seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedawung 1, Terasysa, 10, meninggal usai imunisasi difteri di sekolahnya.

Meninggalnya Terasysa usai diberi vaksin ini menimbulkan kehebohan warga Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, karena pemberian vaksin dilakukan serentak seluruh siswa yang kebanyakan warga Desa Kedawung.

Warga yang panik membawa anaknya ke klinik ataupun puskesmas terdekat untuk diperiksa kesehatannya. Orang tua Terasysa, Sardi mengatakan, anaknya meninggal setelah diberi vaksin dari Puskesmas Lemahabang di sekolah, Sabtu (6/1).

Usai diberi vaksin, anaknya mengalami demam tinggi sehingga dia membawa anaknya ke Puskesmas. Namun, pihak Puskesmas mengaku tidak sanggup menangani sehingga dirujuk ke Klinik Medika. Hal yang sama juga terjadi di Klinik Medika, tidak sanggup menangani hingga dirujuk ke RSUD.

“Senin (8/1), saya bawa anak saya ke RSUD dan sempat menjalani perawatan selama 24 jam dan kemudian anak saya meninggal dunia,” kata Sardi, Jumat (12/1). Sardi mengaku menerima musibah yang dialami keluarganya dengan tabah dan menganggap sebagai takdir.

Bahkan ketika dari pihak kepolisian datang untuk autopsi, pihaknya menolak dan tidak lagi mempersoalkan kembali. Dia hanya berharap musibah ini tidak terjadi terhadap orang lain. “Kami sekeluarga sudah menerima ini sebagai takdir dan tidak akan mempersoalkan kembali,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Karawang Sri Sugihartati mengatakan, belum bisa memberikan diagnosis meninggalnya Terasysa akibat vaksin difteri. Demam yang diderita Terasysa bisa saja disebabkan oleh diare dan panas.

“Diagnosis sementara itu karena diare akut, sepsis, dan dehidrasi. Ketika dibawa ke rumah sakit, suhu tubuhnya mencapai 39 derajat dan turgornya tidak bagus,” katanya. Sri membantah panas dan diare yang diderita Terasysa karena efek samping vaksin difteri.

Menurut dia, panas tersebut bisa saja disebabkan oleh diare. “Kami tidak bisa memberikan diagnosis bahwa meninggalnya Terasysa karena vaksin difteri. Sebab, pada Minggunya sudah diare dan panas,” kata dia.

nilakusuma