Edisi 13-01-2018
Tunggakan Pelanggan PDAM Rp20 Miliar


MAKASSAR – Tnggalam pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar hingga saat ini sudah mencapai angka Rp20 miliar lebih.

Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir mengatakan tunggakan pelanggan tersebut merupakan akumulasi dari tahun 70-an hingga tahun 2017. ”Tunggakan pelanggan kita sekitar Rp20 miliar lebih. Itu akumulasi dari tahun-tahun lalu yang sudah lama mungkin sejak tahun 70-an yang kita akumulasi sampai tahun 2017. Itu pun sudah banyak objek kita yang hilang,” kata Idris, kemarin.

Hilangnya objek tagihan, kata dia, disebabkan banyak faktor. Misalnya pelebaran jalan tol mengakibatkan pelanggan yang sebelumnya ada di sekitar Jalan Satando hingga Cambaya hilang lantaran rumah warga diratakan dengan tanah. ”Ada juga rumah yang dulunya berdiri, dijual dan diratakan lalu dibuat petak-petak.

Kita tidak tahu kapan dijualnya dan yang beli juga tidak mau bertanggung jawab,” lanjutnya. Kerugian akibat kehilangan objek tagihan tentunya memberikan dampak buruk kepada PDAM. Sebab, untukmenghapus bukukan piutang pelanggan ke PDAM harus melalui proses seperti pemeriksaan di lapangan.

”Untuk yang tidak ada objeknya kita mau tagih kepada siapa? Kita mau hilangkan itu harus melalui proses perlu ada pemeriksaan lagi kepada instansi terkait untuk dihapus bukukan di neraca utang pelanggan kita,” jelasnya. Jumlah pelanggan non aktif PDAM Makassar sekitar 20.000 lebih.

Kata dia, pelanggan non aktif ini bermacam-macam. Ada yang ditutup karena tunggakan, karena pelanggaran dan bahkan ada yang minta ditutup sendiri. Sementara itu, Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengimbau kepada pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran agar segera melunasi piutang sebelum kejaksaan melakukan penagihan.

”Kita imbau agar segera melunasi pi-utang tunggakannya sebelum pengacara negara melakukan pemanggilan,” kata Haris. Dia juga mengaku akan memberikan tindakan tegas kepada masyarakat yang terbukti mencuri air PDAM. ”Yang curi air kita akan proses,” tegasnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran di PDAM untuk diserahkan ke kejaksaan dan dilakukan penagihan.

vivi Riski Indriani