Edisi 13-01-2018
Warga Keluhkan Premium Bercampur Solar


GUNUNGKIDUL – Para pelanggan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) 44.55809 Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, kecewa.

Hal ini lantaran dugaan tercampurnya premium dengan solar saat mengisi BBM di SPBU tersebut. Imbasnya, banyak kendaraan yang rusak dan harus melakukan pembongkaran karena kendaraan tidak bisa dijalankan. Kasus ini pun sempat menjadi viral di media sosial sehingga SPBU tersebut sempat dijaga petugas kepolisian.

Kasus ini muncul ketika di salah satu grup medsos, info cegatan gunungkidul (ICG) memposting beberapa kendaraan yang rusak dengan keterangan premium bercampur solar. Kemudian juga dijelaskan mengenai pembelian BBM di SPBU Gading Playen.

Dalam akun milik Taqiyuddin Subayu, dia mengaku membeli premium Rp50.000. Namun, beberapa saat kemudian motornya mengalami kerusakan begitu keluar dan berjalan dari SPBU. Begitu juga dengan akun Agung PD yang mengeluhkan hal serupa. Dirinya mengaku membeli premium Rp100.000, untuk Mitsubishi Maven yang dikendarainya.

Namun, baru beberapa meter berjalan, kendaraannya sudah mogok dan mengeluarkan asap. Salah satu warga Putat, Patuk Sofyan mengungkapkan, dirinya membeli premium Rp15.000 sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah beberapa saat berjalan, motornya mengalami kendala di sekitar hutan Tleseh, Bunder, Playen, atau berjarak 500 meter dari SPBU.

“Motor saya mbrebet dan rusak. Tadi dibuka, ternyata tangkinya berisi premium campuran solar,” katanya ditemui di sebuah bengkel kemarin. Dengan kasus ini, dia pun komplain dan pihak SPBU mengaku siap memperbaiki kendaraan yang rusak karena campuran premium dan solar ini.

Dengan banyaknya kendaraan yang rusak ini, pihak SPBU hingga kemarin belum mau memberikan klarifikasi kepada publik mengenai ini. Manajer SPBU 44.55809 Gading, Wahyudi mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hasil pengujian quality dan quantity dari Pertamina Yogyakarta.

“Kami belum bisa memberikan keterangan penyebab masalah tersebut. Masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya. Dia mengakui, secara fisik warna BBM masih selayaknya premium. Hanya saja, dari sisi bau, Wahyudi mengakui bau solar. “Namun, semua harus diteliti tingkat tercampurnya,” kilahnya.

Ketika disinggung dugaan penyebab tercampurnya premium dan solar, dia enggan menjelaskan detail. Hanya saja, dia yakin tidak ada kebocoran pipa. “BBM tiba Kamis (11/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Padahal sudah ada warna, seperti kran solar, pertalite, premium, dan pertamax dengan warna yang berbeda, tapi ya seperti ini,” lanjut dia.

Dari data yang masuk ke Polsek Playen, pihak SPBU telah menjual 500 liter solar campuran tersebut. “Upaya pengamanan dari kemungkinan protes juga sudah dilakukan dengan adanya anggota yang berjaga,” kata Kapolsek Playen AKP M Yusuf Tianotak.

suharjono