Edisi 13-01-2018
DKP Jabar Siapkan 5 Ton Beras


CIMAHI – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jawa Barat menggelar Bazar Beras Murah di Kota Cimahi kemarin.

Kegiatan ini sebagai respons atas mahalnya harga beras yang terjadi di pasaran dalam beberapa pekan terakhir. Bazar yang dipusatkan di sekitar Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Raya Baros, ini dihadiri juga oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menyebutkan, pada bazar ini pihaknya baru menyediakan beras sebanyak 5 ton dalam satu lokasi bazar. “Kegiatan bazar beras murah ini digelar di wilayah Bandung Raya dan untuk satu titiknya disiapkan 5 ton beras,” sebut Dewi.

Rencananya, bazar beras murah di Kota Cimahi akan berlangsung hingga Sabtu (13/1). Pada hari kedua akan ada penambahan komoditas dalam bazar, tidak hanya beras, tapi ada juga cabai, bawang, dan daging ayam.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengakui, harga beras di Kota Cimahi dalam kurun sebulan terakhir memang mengalami kenaikan. Meroketnya harga beras di pasaran lantaran musim panen padi yang masih jauh. Jadi, biasanya ketika musim panen masih lama, harga beras pun akan naik.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pangan Provinsi Jawa Barat yang sudah mau menggelar bazar beras murah di Cimahi. Pastinya ini sangat membantu, khususnya bagi masyarakat Cimahi,” ucapnya. Pihaknya mengaku kewalahan mengantisipasi tingginya harga beras di Kota Cimahi.

Saat ini, harga beras jenis medium ataupun premium sudah melebihi harga eceran tertinggi (HET). Dalam sebulan terakhir, harga beras medium mencapai Rp11.000/kg. Padahal, dalam HET ditentukan harga beras medium sebesar Rp9.450/kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi Mohammad Sutarno menambahkan, pihaknya saat ini hanya bisa melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Bulog dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Agar ada cara atau strategi untuk menstabilkan harga beras ke kondisi semula. Dia mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan sanksi bagi pedagang yang menjualberasdiatasHET. Sebab, naik turunnya harga beras di lapangan sifatnya situasional dan pihaknya hanya berkewajiban untuk melakukan monitoring.

adi haryanto