Edisi 13-01-2018
Dana Pengamanan Pilkada Sulsel Mencapai Rp128 M


MAKASSAR - Anggaran pengamanan pilkada yang disetujui oleh Pemprov Sulsel sebesar Rp128 miliar. Angka tersebut jauhdari yangdiajukanPoldaSulsel, yaitu sebesar Rp220 miliar.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mengaku, anggaran tersebut belum ideal. ”Kalau bicara ideal, ya jelas belum ideal. Karena kita ajukan Rp220 miliar, sementara kemampuan pemerintah daerah kita, hanya Rp128 miliar,” katanya usai bertandang di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (12/1).

Dia menjelaskan, dana alokasi pengamanan pilkada ini untuk biaya operasional. Seperti yang paling banyak untuk kebutuhan biaya transportasi, uang saku, bahkan keperluan makan dan minum. ”Kita gunakan seoptimal mungkin dana dari rakyat ini melalui pemda untuk mengamankan pilkada serentak ini,” katanya.

Polda Sulsel, kata Umar, akan mengerahkan sekitar 1.600 personel untuk pengamanan pilkada. Jumlah ini akan bertambah seiring dengan perkembangan pelaksanaannya ke depan. Sebab, dinamika perpolitikan di Sulsel bergerak cepat dan cenderung fluktuatif.

”Kerawanan politik ini kan fluktuatifnya cepat sekali. Jadi, kita akan baca perkembangannya, lalu kita susun dinamika kebutuhan lebih lanjut,” beber dia. Apalagisaat ini, kondisiSulsel masih kondusif. Masyarakat juga semakin sabar dan terbuka dalam berdemokrasi.

”Kemarin sempat agak panas di Kota Palopo dan Luwu. Namun setelah dimediasi, sudah kondusif sampai sekarang,” tambahnya. Polda Sulsel juga telah membentuk dua satuan petugas (satgas) khusus dalam mengawal pilkada. Duasatgasitu, yaknisatgas anti money politics dan satgas cyber .

Satgas ini berfungsi untuk memantau kegiatan-kegiatan kampanye yang rawan menimbulkan politik uang (money politic) ataupun kampanye hitam (black campaign ). Satgas ini juga akan melibatkan pihak TNI serta dari kejaksaan dan bawaslu. ”Pemantauan lewat media sosial, kita juga telah membentuk satgas cyber.

Jadi, sekarang lebih spesifik dibanding pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, anggaran pilkada ini segera dicairkan. Mengingat pelaksanaan pilkada dan proses pengamanannya sudah dimulai.

Disinggung terkait pengurangan anggaran yang diajukan Polda Sulsel, Syahrul berharap dana tersebut bisa dioptimalkan. ”Itulah penetapan APBD kita. Pasti saja tidak mencukupi dari segi kebutuhan yang ada,” beber Gubernur Sulsel dua periode ini.

syachrul arsyad