Edisi 14-01-2018
Memasak Membawa Kebahagiaan


Itulah sepenggal tulisan Andydi blog pribadinya. Memasak punya makna mendalam bagi dia. Ya, memasak memang menjadi passion lelaki asal Yogyakarta ini.

Sewaktu masih tinggal di Kota Gudeg, Andy memasak setiap hari. Dia menikmati segala prosesnya. Mulai belanja ke pasar setiap akhir pekan, menata belanjaan di kulkas, sampai ke hasil akhir masakan sebagai bekal makan siang putranya. Aktivitas membahagia kan bagi Andy yang di setiap hari kerja selalu dilakukannya.

Karena bagi seseorang yang hobi memasak, kebahagiaan terbesar adalah hasil m asakannya disantap oleh orang lain. Passion Andy dibidang kuliner membawanya menjadi pengusaha res toran. Ini bidang bisnis yang melenceng jauh da ri ilmu yang didapatnya di bangku perkuliahan dulu, yaitu ilmu kom pu ter. ”Sa ya lebih suka makan dan masak dibandingkan coding,” ucapnya, santai.

Ternyata kini Andy dapat menggabungkan ilmu dengan passion -nya. Bisnis kuliner lelaki 36 tahun ini bersentuhan dengan teknologi. Sebelum Kulina, pada 2013 Andy sempat membuka res toran yang mengandalkan gadget un tuk pelanggan memesan makanan. Meskipun beberapa usaha kulinernya tutup, Andy tidak patah semangat un tukterusberbisnissesuai passion -nya. Ku lina menjadi usaha Andy selanjutnya.

Prospek bisnis makanan secara digital bagi alumni Universitas Gadjah Mada ini tidak ada bedanya dengan di dunia nyata. Makanannya tetap sama. Yang membedakan cara untuk mendapat kannya. Yang semakin mudah dan mu rah tentu yang akan lebih dipilih oleh pelanggan. Layanan jasa pengiriman makanan memang sudah lama ada, dari restoran yang menyiapkan bagian pengantaran, melalui ojek online, hingga katering online seperti Kulina.

”Jangan sampai biaya pengiriman makanan lebih mahal daripada harga makanannya. Pe lang gan kian cerdas menentukan mana yang menguntungkan mereka,” ujar Andy. Pengalaman mengajarkan, bisnis res toran memang berat. Maka dengan Ku lina Andy bertekad agar para jagoan me masak fokus pada pekerjaan favorit me reka, yakni meracik makanan lezat.

”Se gala hal terkait manajemen order, pembayaran, hingga pengantaran oleh kurir sebisa mungkin akan kami urusi. Kami ingin agar para culinary artist bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan, dengan penikmat hasil karya me reka,” kata Andy.

ananda nararya