Edisi 14-01-2018
Alat Musik Tradisional di Album Kompilasi Dangdut Vol 4


KOMPOSER yang sudah lama ma lang melintang di jagat hiburan Tanah Air, Anton Gholock, mencoba memasukkan instrumen alat musik tradisional dangdut seperti ke n dang dan ketipung di album Kompilasi Dangdut Volume 4.

Sepuluh lagu yang hadir di al bum kompilasi yang dipro duk si Elang Record itu ciptaan Anton, kecuali lagu bertajuk Di Mana Kamu , milik Lia Callia. “Ini album keroyokan sepuluh penyanyi kita, mudah-mudahan album ini bisa diterima masyarakat, dengan memasukan kemasan musik dan lirik yang unik pada setiap single lagu penyanyi ini lebih bisa dikenal luas oleh masyarakat.

Karena memang kita akan distribusikan album ini ke kota-kota besar di seluruh Indonesia,” ucap Fach rudin, selaku produser album kompilasi ini, kepada KORAN SINDO seusai jumpa pers pelun curan album kompilasi di Master piece, Tebet, Jakarta baru-baru ini. Tahap awal, Fachrudin mengatakan, segera akan mendistribusikan album kompilasi itu ke kota-kota besar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Setelah itu akan disebar ke wilayah Sulawesi hingga Papua. Semua penyanyi yang terlibat di album ter sebut berharap album kom pilasi volume empat ini bisa meledak di pasaran. Fachrudin menjelaskan, tren dangdut 2017 didominasi musik Jawa hip hop. Fenomena ini muncul dengan tembang dang dut dikombinasi dengan rap ber lirik bahasa Jawa.

Dia pun mem berikan contoh lagu Sayang yang dipopulerkan Via Vallen, yang kini menjadi lagu fenomenal sam pai menasional. Pemilik label Elang Record ini melihat bah wa ada hubungan saling menguntungkan antara grup hip hop dengan artis panggung. Mereka saling memopuler kan lagu ini satu sama lain dengan cara mereka.

Fenomena ini, sambung Fachrudin, ditangkap dengan baik oleh label nasional sehingga terseret dalam percaturan bisnis dangdut secara nasional. Mau tak mau dangdut nasional be la kangan dipenuhi ingarbingar lagu Jawa. Ini fenomena baru, sebagaimana dulunya musisi campur sari Didi Kempot yang muncul dengan tembang Cucak Rowo, atau fenomena munculnya lagu Sri Ming - gat.

Lagu-lagu ini belakangan mun cul dengan ba hasa anak muda, bahkan cen derung punya notasi kekinian. Maka itu, tak heran lagu dang dut Jawa juga disukai kalangan anak muda.

“Saya mencermati tren dang dut Jawa, sudah muncul sejak tiga tahun yang lalu, bahkan lima tahun yang lalu, ketika booming lagu Oplosan, dan fenomena ini akan tetap mewarnai tren dang dut 2018.

Di tengah minimnya kreativitas musisi dan pencipta lagu dangdut, makanya ini pasar yang bagus untuk album kom pi - lasi ini,” paparnya. Lia Callia, penyanyi jebolan ajang pencarian Kontes Dangdut Indonesia (KDI) musim pertama yang ditayangkan MNCTV dan terlibat dalam album kompilasi dangdut ini, lewat alunan lagunya bertajuk Di Mana Kamu , ingin tembangnya itu semakin disukai penikmat musik dan bisa menjangkau masyarakat di pelosok.

“Ini lagu ciptaan aku sendiri. Tapi, musiknya diaransemen oleh Anton Gholock, makanya masuk di album ini. Ini single Di Mana Kamu sejauh ini udah dapat respons yang bagus dari masyarakat.

Aku berharap nanti bisa lebih banyak lagi orang yang suka,” ungkap Lia yang juga di kenal sebagai “CatWoman” diranah dangdut Tanah Air lantaran kostum panggungnya yang mirip dengan antihero wanita mancanegara itu.

thomasmanggalla