Edisi 14-01-2018
BNPT Respon Positif LP High Risk Terorisme


JAKARTA - Badan Nasional Pe nanggulangan Terorisme (BNPT) menyambut baik lang kah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mewujudkan lapas high risk khusus bagi narapidana narkoba dan terorisme di Nusakambangan.

Ti dak mudah mengatasi atau pun membina mereka apa lagi yang masuk kategori high risk. “Bu kan perkara mudah menangani narapidana terorisme. Sangat sensitif dan banyak dinamika per masalahan yang harus di ha dapi,” ujar Kepala BNPT Suhardi Alius di Jakarta kemarin.

Suhardi menyatakan, pihaknya akan menyiapkan tim khu sus untuk melakukan program assessment yang akan ditem pat kan di blok high risk Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Menu rut dia, program ini harus di per siapkan dengan matang ter ma suk menyediakan tempat yang steril, petugas dan aturan yang ketat untuk mewujudkan lapas high risk khusus narapidana teroris.

Suhardi berpesan kepada Ditjen PAS untuk benar-benar memperhatikan kepastian, ter masuk masa depan dan promosi petugas yang telah dijanjikan. “Saya hanya mengingatkan pi hak Ditjen PAS harus konsisten mengingat risiko yang dihadapi para petugas dalam men ja lankan pekerjaannya.

Jangan janji tinggal janji, menjadi PHP bagi petugas yang ditempatkan,” tegas Suhardi. Plt Direktur Pemasyarakatan Kemenkumham Mardjoeki mengatakan, petugas lembaga pemasyarakatan high risk Nusakambangan akan mendapatkan pembekalan internal pelatihan.

Penguatan ini di maksudkan untuk mem per siapkan petugas dalam dera dikalisasi terhadap narapi dana berkualifikasi high risk. “Saya sudah bertemu dengan kepala BNPT agar memberikan pembekalan kepada pe tugas lapas high risk dalam program pelaksanaan dera dikalisasinya,” katanya.

Selain itu, Kemenkumham juga membuat panduan buku pintar untuk petugas dalam melaksanakan tugas seharihari yang isinya disederhankan dalam bentuk bahasabaha sayang lebih mudah dicerna. Mardjoeki menegaskan, semua sarana dan prasarana sudah siap, tinggal melakukan assess ment atau perolehan data pemin dahan narapidana kelapas high risk Nusakambangan dari kasus narkotika dan terorisme.

Assessment ini, kata dia, ber tujuan untuk memperoleh data siapa saja narapidana dalam kualifikasi high risk yang akan dipindahkan karena tidak sem barang yang akan masuk kedalam lapas high risk. “Karena ti dak semua kasus narkoba yang dikatakan bandar akan di situ, tidak. Mereka yang masuk dalam kualifikasi high risk, yang tahu BNN. Kalau kasus terorisme, yang tahu persis BNPT,” tandasnya.

binti mufarida