Edisi 14-01-2018
Kutukan Anfield


LIVERPOOL – Pep Guardiola sudah menorehkan sejarah. Mulai dari catatan laga tak terkalahkan bersama Manchester City (Man City) sampai menjadi pelatih pertama The Citizens yang mendapatkan penghargaan pelatih terbaik bulanan Liga Primer empat kali berturut-turut.

Nanti malam, pelatih asal Spanyol itu kembali berpeluang membuat sejarah baru saat bertandang ke Stadion Anfield, markas Liverpool, yang selama ini menjadi neraka buat The Citizens. Neraka, karena 20 tahun terakhir, mereka tak pernah bisa menumbangkan The Redsdi Anfield atau hanya dua kemenangan selama 30 tahun serta empat kali menang dalam 45 laga sejak 1945.

The Citizensbahkan pernah digelontor setengah lusin gol oleh The Reds. Atau, jika dihitung sejak era Liga Primer dimulai pada 1992, Liverpool berhasil mencetak 40 gol dan hanya kebobolan 17 gol di Anfield saat menjamu Man City. Kemenangan terakhir Man City di Anfield terjadi pada 2003 saat membukukan skor 2-1.

Selebihnya, The Citizensmenelan 14 kali kekalahan dari 20 pertemuan sejak 2003 lalu. “Bermain melawan Man City akan sangat menarik. Anda memiliki masalah jika tidak memberikan apresiasi atas penampilan mereka sejauh ini,” kata Pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Pelatih asal Jerman tersebut memahami jika The Citizensmusim ini jauh berbeda dengan semua hasil sejarah yang dibicarakan. Di bawah Guardiola, mereka belum terkalahkan di Liga Primer dengan 20 kemenangan dari 22 laga. Mereka unggul 15 poin di puncak klasemen, dengan menyandang status sebagai tim terproduktif, 64 gol, dan paling sedikit kebobolan, 13.

Pada pertemuan terakhir, David Silva dkk bahkan berhasil meremukkan Liverpool lima gol tanpa balas. Skor tersebut menjadi kemenangan terbesar sejak 1945. “Kami akan memiliki masalah jika tidak bermain cerdas. Kami harus menunjukkannya,” kata Klopp.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu juga memberikan penjelasan terkait keputusan timnya menjual Philippe Coutinho ke Barcelona. Menurutnya, semua usaha sudah dilakukan agar gelandang serang asal Brasil itu bertahan di Anfield, tapi sia-sia. Klub tidak bisa memaksa ketika pemain sudah tidak ingin lagi bertahan.

Sehebat apa pun seorang pemain, dia tak lagi hebat jika sudah tidak memiliki komitmen 100%. Meski dia tidak mau melepas Coutinho, klub mungkin akan mencoba mempertahankannya lagi. Tapi, dia mengaku tak melihat peluang itu. Pada akhirnya, lanjut Klopp, pilihan tinggal dua, lepas atau tidak.

Jika sudah begitu, keputusan harus diambil. “Jika Anda bisa tinggal di Barcelona dan mampu bicara dengan bahasa lebih baik daripada di sini, bisakah Anda mengatakan tidak untuk sisa hidup Anda? Begitulah situasinya,” tutur Klopp. Sekarang, dia akan memastikan timnya tanpa masalah meski bermain tidak ada Coutinho.

“Semua tergantung kami sekarang. Kemungkinan kami akan memboyong pemain lain. Mungkin di bursa transfer sekarang, tapi saya kurang tahu,” tandasnya. Sementara itu, Guardiola mengatakan datang ke Anfield akan selalu istimewa. Dia pun mengaku bahwa ke Anfield menjadi sebuah perjalanan rumit yang bisa menjadi tes terbaik timnya setelah dominan sepanjang boxing day.

Mantan pelatih Bayern Muenchen dan Barcelona itu memuji bagaimana pendekatan bermain Klopp. Sebagai pribadi, dia mengagumi Klopp, bahkan sebelum menangani Dortmund atau ketika bertarung di Bundesliga. “Tentu saja mereka adalah penantang. Bertandang ke Liverpool selalu sulit dan menjadi tantangan besar.

Jika bisa menanganinya, itu berarti timnya siap ke tahap yang lebih besar. Saya menyukai Anfield. Bagi para manajer, ini pertandingan di panggung besar dan saya akan senang di sana pada hari Minggu,” paparnya.

ma’ruf Wenger