Edisi 16-01-2018
Menjadi Brand Global


CEO Rakuten Hiroshi Mikitani memang tidak hanya menginginkan Rakuten menjadi nomor satu di Jepang, tetapi juga di Amerika dan Eropa.

Mikitani ingin dunia ada di tangannya. Untuk bisa besar di kedua negara tersebut, Mikitani punya strategi sendiri, yakni menjadi sponsor klub olahraga basket Golden State Warriors di Amerika dan sepak bola FC Barcelona di Eropa. Selama ini Rakuten Inc yang didirikan Mikitani pada 1997 aktif melakukan akuisisi dari berbagai perusahaan di seluruh dunia. Selanjutnya, Mikitani ingin menggabungkan berbagai aset yang dia miliki tersebut, lantas mempromosikannya lewat sponsorship yang luar biasa mahal dengan klub-klub olahraga papan atas. Inilah strategi raksasa Mikitani.

“Brand kami sangat kuat di Jepang, tapi tidak sekuat di negaranegara lain,” ujar Mikitani di kantornya di Israel. Pada 2014, Mikitani membeli Viber , layanan pesan instan yang menjadi kompetitor WhatsApp , senilai USD900 juta. Saat ini Rakuten memiliki 120 layanan yang berbeda, mulai e-commerce, perbankan, hingga media dan hiburan. Akuisisi termahal mereka dilakukan pada 2014 ketika membeli perusahaan kupon online berbasis di Menlo Park, California, bernama Ebates senilai USD1 miliar. Pada 2016, Rakuten kembali mengakuisisi aset intelektual dari Bitnet, startup asal Belfast, Irlandia, yang layanannya berupa dompet bitcoin .

Percaya atau tidak, total semua perusahaan yang dimiliki Rakuten memiliki 1,1 miliar pengguna terdafar, walaupun sebenarnya jarang sekali pengguna Rakuten yang memakai Viber atau Kobo sekaligus. Menurut Mikitani, pada masa depan nanti, dia ingin menciptakan ekosistem, baik online maupun offline , yang terhubung lewat sebuah keanggotaan tunggal. “Grup Rakuten ingin menumbuhkan pengguna mereka hingga 2 miliar. Seiring engagement yang tinggi, pertumbuhan pendapatan juga meningkat,” ungkapnya. Viber nantinya menjadi platform layanan pesan instan dari Rakuten. “Kami akan melebur Viber dalam keanggotan Rakuten,” ungkap Mikitani yang terinspirasi WeChat , buatan Tencent, dalam melakukan berbagai transaksi dari pihak ketiga.

“WeChat sukses melakukannya,” ungkapnya. Karena itu, nantinya Rakuten harus memiliki sistem pembayaran yang bekerja di banyak negara. “Ini menantang karena ada negara yang mudah, ada pula yang sulit melakukannya,” ucapnya. Sebagian besar bisnis Mikitani sekarang mengusung nama Rakuten. Logo-logonya pun sudah diganti. Hanya dua perusahaan yang masih tetap memakai merek asli, yakni Ebates dan marketplace asal Prancis, PriceMinister. Pada Juli 2017, FC Barcelona dan Rakuten menandatangani kerja sama sponsor sebesar USD20 juta per tahun agar logo Rakuten berada di tim tersebut.

Barcelona, menurut Deloitte , merupakan klub dengan penghasilan terbesar di dunia pada 2016 setelah Real Madrid. Follower di Facebook Fanpage -nya mencapai 103,5 juta dan 26 juta di Twitter . Tidak berhenti di situ, pada September 2017, Rakuten kembali mengumumkan kerja sama dengan juara NBA Golden State Warriors senilai USD20 juta. Mulai 2017-2018, jersey dari pemain Warriors memiliki emblem 2,5 inci dengan logo Rakuten.

Kerja sama tersebut juga meliputi video-on-demand, marketing, serta ecommerce . Sejak 2011, penjualan Rakuten terus-menerus berlipat ganda hingga mencapai USD7 miliar pada 2016.

Danang Arradian